UNHASUNHAS

Hasanuddin Journal of International AffairsHasanuddin Journal of International Affairs

Penelitian ini menganalisis strategi China dalam mendorong integrasi ekonomi regional dengan Afghanistan selama periode Taliban (2021–2025), sambil mempertimbangkan bagaimana perilaku berubah Taliban membentuk peluang dan kendala pendekatan ini. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan tiga cara. Pertama, memasukkan agen Taliban sebagai variabel sentral dalam memahami keterlibatan geoekonomi China. Kedua, menggabungkan tiga lensa konseptual - geoekonomi, nexus keamanan-perkembangan, dan integrasi regional berbasis koridor - untuk menjelaskan tidak hanya motivasi China tetapi juga mekanisme melalui mana integrasi dikejar. Ketiga, memberikan wawasan empiris terbaru, menarik pada pernyataan diplomatik pasca-2021, negosiasi investasi, inisiatif koridor, dan tantangan pemerintahan dalam Afghanistan.

Analisis ini juga menunjukkan bahwa meskipun China melihat Afghanistan sebagai jembatan strategis yang menghubungkan Asia Selatan dan Asia Tengah, realisasi visi ini tetap terbatas oleh tantangan struktural yang mendalam.Fragmentasi pemerintahan, ancaman militan, ketidakstabilan kontrak, persaingan kepentingan regional, dan keterbatasan fiskal dan infrastruktur Afghanistan secara kolektif membatasi kemampuan China untuk mengimplementasikan integrasi berbasis koridor dalam skala besar.Temuan ini menyarankan bahwa strategi integrasi China selama periode Taliban bergantung pada keseimbangan yang halus antara peluang dan risiko.Kesediaan Taliban untuk investasi asing memberikan Beijing akses tanpa preseden ke pasar dan wilayah Afghanistan, tetapi kelangsungan aliansi ini tetap tidak pasti.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki evolusi jangka panjang pemerintahan Taliban, terutama keseimbangan antara ideologi dan elit teknokrat, dan bagaimana hal itu mempengaruhi kelangsungan kerja sama China-Taliban. Selain itu, studi perbandingan tentang pengembangan koridor di negara-negara rapuh lainnya dapat membantu mengklarifikasi apakah hambatan struktural Afghanistan bersifat unik atau merupakan bagian dari pola yang lebih luas yang mempengaruhi implementasi BRI. Inkuiri-inquiry ini akan meningkatkan pemahaman tentang bagaimana kekuatan besar mengejar inisiatif konektivitas di lingkungan politik yang tidak stabil dan menyempurnakan perdebatan teoritis tentang statecraft geoekonomi.

  1. The Political Relations between the Islamic Emirate of Afghanistan and China: Opportunities and Challenges.... asianinstituteofresearch.org/JSParchives/the-political-relations-between-the-islamic-emirate-of-afghanistan-and-china:-opportunities-and-challengesThe Political Relations between the Islamic Emirate of Afghanistan and China Opportunities and Challenges asianinstituteofresearch JSParchives the political relations between the islamic emirate of afghanistan and china opportunities and challenges
  2. "China-Taliban Security Ties: A Reimagining of South Asia's Security Di" by Amit Kumar... doi.org/10.5038/1944-0472.18.2.2406China Taliban Security Ties A Reimagining of South Asias Security Di by Amit Kumar doi 10 5038 1944 0472 18 2 2406
  3. امنیت و سیاست چین در برابر طالبان: تحول در رویکردها پس از... doi.org/10.22059/JCEP.2025.387397.450286IIU O U IUI EI OE OUN doi 10 22059 JCEP 2025 387397 450286
  4. China-Afghanistan Relations: Change to the Path of Strategic Partnership - Akademik Tarih ve Düşünce... doi.org/10.46868/atdd.2023.606China Afghanistan Relations Change to the Path of Strategic Partnership Akademik Tarih ve Dyynce doi 10 46868 atdd 2023 606
Read online
File size327.66 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test