UINMADURAUINMADURA

IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan SyariahIQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah

Penelitian ini menyelidiki implementasi inklusi keuangan digital di pesantren dengan menganalisis praktik transaksi, hambatan adopsi, dan implikasi sosioekonomi bagi siswa dan tata kelola institusional. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi kasus ini dilakukan di Pondok Pesantren Puncak Darussalam dan Al Amien Prenduan di Madura, Indonesia, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan administrator sekolah dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa adopsi layanan keuangan digital, baik berbasis kartu maupun biometrik, telah mengubah transaksi tunai tradisional menjadi sistem yang lebih efisien, aman, dan transparan, mengurangi risiko kehilangan uang dan meningkatkan pengawasan orang tua terhadap pengeluaran siswa. Siswa menunjukkan penerimaan positif terhadap sistem ini karena kemudahan penggunaan dan kegunaannya mendorong penggunaan berkelanjutan, sejalan dengan Model Penerimaan Teknologi. Pembatasan jumlah transaksi digital untuk siswa berkontribusi pada pengembangan perilaku konsumsi yang bertanggung jawab dan kebiasaan menabung, mendukung teori Keuangan Perilaku. Namun, kendala infrastruktur teknologi, kekhawatiran keamanan siber, dan kesenjangan literasi digital di antara orang tua tetap menjadi tantangan signifikan yang dapat menghambat adopsi optimal. Penelitian ini menekankan kebutuhan untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan keamanan siber, dan pendidikan keuangan digital berkelanjutan untuk siswa dan orang tua, serta kolaborasi yang lebih luas dengan institusi perbankan dan fintech untuk meningkatkan interoperabilitas dan keberlanjutan sistem. Penelitian ini memberikan kontribusi asli dengan memosisikan pesantren sebagai agen inklusi keuangan strategis dalam ekosistem pendidikan agama dan sebagai katalis untuk transformasi ekonomi digital di Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi inklusi keuangan digital di pesantren telah berhasil mengubah ekosistem transaksi dari sistem konvensional berbasis tunai menjadi sistem digital yang lebih efisien, transparan, dan aman.Bukti empiris dari Pondok Pesantren Puncak Darussalam dan Al Amien Prenduan menunjukkan bahwa layanan pembayaran digital, baik berbasis kartu maupun biometrik, dapat memfasilitasi transaksi keuangan, mengurangi risiko kehilangan uang, dan meningkatkan pengawasan orang tua terhadap pengeluaran siswa.Siswa juga menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap layanan keuangan digital, sejalan dengan Model Penerimaan Teknologi (TAM), di mana manfaat yang dirasakan dan kemudahan penggunaan membentuk niat perilaku positif dan penggunaan berkelanjutan.Dampak sosioekonomi inklusi keuangan digital di pesantren tercermin dalam pertumbuhan literasi keuangan dan perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab di antara siswa.Batasan transaksi yang terintegrasi ke dalam sistem digital berfungsi sebagai alat pembelajaran keuangan yang mendorong siswa untuk memprioritaskan kebutuhan, mengelola konsumsi harian dengan lebih bertanggung jawab, dan bahkan mengembangkan kebiasaan menabung.Temuan ini mendukung Teori Keuangan Perilaku, yang menyarankan bahwa sikap keuangan dan pengendalian diri dapat diperkuat melalui pengalaman langsung dan paparan terhadap platform keuangan digital.Selain itu, digitalisasi administrasi meningkatkan transparansi dan tata kelola di pesantren, menciptakan sinergi positif antara adopsi teknologi dan tujuan pendidikan.Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa rekomendasi diusulkan untuk mendalam dan memperluas dampak inklusi keuangan digital di pesantren.Pertama, perbaikan infrastruktur teknologi, termasuk akses internet, stabilitas listrik, dan keamanan siber, sangat diperlukan untuk memastikan keandalan dan keamanan sistem.Kedua, pendidikan keuangan dan literasi digital berkelanjutan harus diberikan tidak hanya kepada siswa tetapi juga kepada orang tua untuk mengatasi resistensi teknologi dan memperkuat perilaku adopsi sesuai dengan kerangka TAM.Ketiga, kolaborasi dengan bank dan institusi fintech perlu diperluas untuk mencapai interoperabilitas, integrasi real-time, dan fitur layanan yang lebih luas yang mendukung pelaporan keuangan, administrasi akademik, dan keberlanjutan institusi di masa depan.Penelitian lebih lanjut dapat diperluas ke penilaian kuantitatif perubahan perilaku keuangan di antara siswa atau studi perbandingan di berbagai wilayah untuk memperkaya diskursus ilmiah tentang inklusi keuangan digital dalam pendidikan Islam.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diusulkan untuk lebih mendalam dan memperluas dampak inklusi keuangan digital di pesantren. Pertama, penelitian dapat fokus pada evaluasi kuantitatif perubahan perilaku keuangan di antara siswa, dengan menganalisis data transaksi digital untuk mengukur dampak inklusi keuangan digital terhadap perilaku keuangan siswa. Penelitian ini dapat mengidentifikasi pola pengeluaran, perilaku menabung, dan keputusan keuangan siswa, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku keuangan mereka. Kedua, studi perbandingan dapat dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia untuk memahami variasi dampak inklusi keuangan digital di pesantren. Penelitian ini dapat menyelidiki perbedaan dalam praktik, tantangan, dan dampak sosioekonomi di berbagai pesantren, mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi geografis, ukuran pesantren, dan karakteristik siswa. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran orang tua dalam proses inklusi keuangan digital di pesantren. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana keterlibatan orang tua dalam pendidikan keuangan dan literasi digital dapat memperkuat adopsi teknologi dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab di antara siswa. Penelitian ini dapat menganalisis efektivitas intervensi pendidikan orang tua, strategi komunikasi, dan kolaborasi antara pesantren dan orang tua dalam mempromosikan inklusi keuangan digital.

  1. The Role of Digital Finance, Financial Literacy, and.... role digital finance financial literacy skip... doi.org/10.2478/hjbpa-2023-0018The Role of Digital Finance Financial Literacy and role digital finance financial literacy skip doi 10 2478 hjbpa 2023 0018
  2. The Implementation Strategy of Non-Cash Payment Systems in The Islamic Boarding School Through Analytical... journal.walisongo.ac.id/index.php/economica/article/view/6557The Implementation Strategy of Non Cash Payment Systems in The Islamic Boarding School Through Analytical journal walisongo ac index php economica article view 6557
  3. 0. pdf obj endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs k1... doi.org/10.46632/rmc/5/3/210 pdf obj endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs k1 doi 10 46632 rmc 5 3 21
  4. Technology Acceptance Model dalam Mendorong Intention to use pada Sistem Informasi Akuntansi | Jurnal... journal.lppmpelitabangsa.id/index.php/akubis/article/view/2278Technology Acceptance Model dalam Mendorong Intention to use pada Sistem Informasi Akuntansi Jurnal journal lppmpelitabangsa index php akubis article view 2278
Read online
File size494.27 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test