UINMADURAUINMADURA

IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan SyariahIQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah

Perkembangan pemodelan time series, terutama pemodelan untuk data multivariat, cukup pesat dan hasil akurasi ramalan lebih baik jika melibatkan suatu eksogen, salah satu contohnya adalah model Generalized Space-Time Autoregressive (GSTAR) dengan variabel eksogen (GSTARX). Pada penelitian ini ingin mendapatkan besaran statistik yang sesuai untuk mengidentifikasi order Autoregressive untuk dependensi waktu dan order efek dengan variabel eksogen berupa Hari Raya Idul Fitri dan Indeks Harga Konsumen pada model GSTARX. Selain itu, juga ingin mendapatkan model GSTARX yang sesuai untuk peramalan, serta membandingkan hasil akurasi dari peramalan model GSTARX dengan berbagai macam bobot lokasi pada peramalan pada studi kasus. Sebagai studi kasus adalah inflow dan outflow di empat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur. Hasil kajian simulasi menunjukkan bahwa esaran statistik untuk mengidentifikasi order VAR untuk dependensi waktu menggunakan MPCCF, sedangkan orde efek dari variabel eksogen pada model GSTARX dua level dengan CCF di Level 1. Sebagai tambahan, GSTARX-GLS menghasilkan estimator yang lebih efisien dibandingkan dengan model GSTARX-OLS. Hasil kajian terapan menunjukkan model GSTAR pada level dua yang terbentuk berturut-turut data inflow dan data outflow adalah GSTARX (31) dan GSTARX ([1,3]1) di empat lokasi tersebut. Sebagai tambahan, hasil perbandingan akurasi ramalan menunjukkan bahwa secara umum nilai RMSE terkecil pada model GSTARX dengan dua level terdapat pada bobot invers jarak.

Hasil simulasi menunjukkan nilai statistik untuk mengidentifikasi order VAR.Ketergantungan waktu menggunakan MPCCF, sedangkan order efek dari variabel eksogen menggunakan model GSTARX dua tingkat dengan CCF pada Tingkat 1.Hasil juga menunjukkan bahwa estimator GSTARX dua tingkat menggunakan GLS lebih efisien daripada OLS, terutama dalam mensimulasikan residual yang berkorelasi antara lokasi.Efek variasi kalender Hari Raya Idul Fitri pada data inflow Surabaya dan Kediri adalah jika tanggal libur berada di minggu pertama dan kedua.Efek juga terjadi satu bulan kemudian jika tanggal libur berada di minggu ketiga dan keempat.Di Malang dan Jember, efek variasi kalender Hari Raya Idul Fitri terjadi di bulan itu jika tanggal libur berada di minggu pertama dan kedua.Efek juga terjadi satu bulan kemudian jika tanggal libur berada di minggu keempat.Selain itu, data outflow di kota Surabaya, Malang, dan Kediri mengalami efek variasi kalender Hari Raya Idul Fitri di bulan itu jika tanggal libur berada di minggu kedua, ketiga, dan keempat.Efek juga terjadi satu bulan sebelumnya jika tanggal libur berada di minggu pertama dan kedua.Sementara itu, outflow di Jember mengalami efek variasi kalender Hari Raya Idul Fitri di bulan itu jika tanggal libur berada di minggu ketiga dan keempat.Itu juga terjadi satu bulan sebelumnya jika tanggal libur berada di minggu pertama dan ketiga.Sementara itu, model GSTARX-GLS dua tingkat yang terbentuk dari hasil penelitian ini adalah GSTARX (31) untuk inflow dan GSTAR ([1,3]1) untuk outflow di empat kota/kabupaten di Jawa Timur.Secara umum, model terbaik yang diperoleh adalah model GSTARX dua tingkat dengan normalisasi korelasi silang.Dalam penelitian ini, saran yang dapat diberikan untuk penelitian lebih lanjut berdasarkan hasil analisis dan diskusi adalah bahwa hasil mungkin lebih baik jika metode estimasi GLS diterapkan pada tingkat 1 untuk mengatasi residual yang berkorelasi antara lokasi.Kemudian, muncul selama tahap analisis pada tingkat 1 atau 2, bahwa ada pola musiman di berbagai lokasi.Penelitian masa depan juga akan mempertimbangkan order MA dalam model GSTARX, juga dikenal sebagai model GSTARIMAX.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menggunakan metode estimasi GLS pada tingkat 1 untuk mengatasi residual yang berkorelasi antara lokasi, yang dapat meningkatkan akurasi model. 2. Mempertimbangkan pola musiman yang muncul selama tahap analisis, dan mengintegrasikan faktor-faktor musiman ke dalam model GSTARX untuk meningkatkan kemampuan prediksi. 3. Mengembangkan model GSTARX menjadi model GSTARIMAX dengan mempertimbangkan order MA, yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan akurasi model dalam menangani data time series yang kompleks.

  1. Hybrid ARIMAX Quantile Regression Model for Forecasting Inflow and Outflow of East Java Province - IOPscience.... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1028/1/012228Hybrid ARIMAX Quantile Regression Model for Forecasting Inflow and Outflow of East Java Province IOPscience iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1028 1 012228
Read online
File size719.45 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test