UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Energi listrik merupakan kebutuhan esensial bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas, yang permintaannya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan. Konsumsi listrik yang tidak tetap setiap harinya menyebabkan perubahan beban yang diterima oleh generator pada pembangkit, yang berdampak pada sistem ketenagalistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik generator sinkron pada PLTMG di tanjung Selor saat terjadi perubahan beban. Analisis dilakukan dengan perhitungan terhadap daya aktif, tegangan terminal, dan arus armatur menggunakan data operasional selama satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya aktif rata-rata mencapai puncak sebesar 5.390 kW pada jam 20:00 WITA, dengan penurunan tegangan terminal pada saat daya aktif naik. Selain itu, arus armatur meningkat secara signifikan, mencapai rata-rata 2.150 A pada jam yang sama saat beban puncak. Temuan ini menegaskan adanya hubungan erat antara perubahan beban dengan parameter kelistrikan generator. Oleh karena itu, pengaturan arus medan yang tepat sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan tegangan terminal dan kualitas daya listrik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan beban pada PLTMG Tanjung Selor sangat dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, dengan beban puncak konsumsi listrik terjadi antara pukul 19.00 WITA yang menyebabkan fluktuasi daya aktif generator.Terjadi hubungan timbal balik antara peningkatan daya aktif dengan penurunan tegangan terminal dan kenaikan arus armatur, menegaskan pentingnya pengaturan arus medan atau eksitasi yang tepat untuk menjaga kualitas dan kestabilan suplai listrik.Oleh karena itu, pemantauan dan pengaturan parameter beban, arus, serta tegangan secara akurat sangat krusial untuk mempertahankan performa dan keandalan pasokan listrik PLTMG 15 MW di Tanjung Selor.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat relevan untuk mengembangkan model prediktif yang memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin guna menganalisis pola fluktuasi beban listrik pada PLTMG Tanjung Selor dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya satu tahun penuh. Model ini nantinya dapat diintegrasikan dengan sistem kontrol cerdas generator sinkron, sehingga memungkinkan optimalisasi respons daya aktif, tegangan terminal, dan arus armatur secara proaktif dan adaptif terhadap perubahan beban yang dinamis. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan serta meminimalkan risiko ketidakstabilan sistem tenaga. Selanjutnya, mengingat PLTMG Tanjung Selor memiliki dua unit generator yang beroperasi paralel, sebuah studi mendalam tentang strategi pembagian beban yang paling optimal antar kedua unit tersebut menjadi krusial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana alokasi beban yang berbeda memengaruhi efisiensi gabungan, umur pakai komponen, dan kestabilan sistem secara keseluruhan, khususnya saat menghadapi beban puncak atau gangguan mendadak. Terakhir, karena generator PLTMG ini berkapasitas dual-fuel (gas dan solar), akan sangat bermanfaat untuk melakukan analisis komparatif mengenai dampak penggunaan jenis bahan bakar yang berbeda terhadap karakteristik kinerja generator. Studi ini dapat mengukur perbedaan dalam efisiensi pembakaran, profil emisi, dan respons daya pada berbagai kondisi beban untuk menentukan mode operasi yang paling berkelanjutan dan ekonomis di Tanjung Selor.

Read online
File size663.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test