IAIN LANGSAIAIN LANGSA

Al-Muamalat Jurnal Hukum dan Ekonomi SyariahAl-Muamalat Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum terhadap sertifikat hak atas tanah yang masih mengandung beban pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang belum dibayarkan dalam konteks pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam memungut BPHTB terutang. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka berbasis kualitatif dengan pendekatan studi hukum normatif. Sumber primer yang digunakan meliputi peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah, Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang UUPA, serta Permen ATR/BPN No. 6 Tahun 2018. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penundaan pembayaran BPHTB yang dimungkinkan secara hukum melalui diskresi kepala daerah justru menimbulkan konflik implementatif dengan regulasi administratif pertanahan, khususnya dalam hal penerbitan sertifikat oleh BPN yang mensyaratkan bukti pelunasan BPHTB. Akibatnya, sertifikat yang diterbitkan dengan status pajak terutang tidak memiliki kekuatan hukum penuh untuk dijadikan jaminan atau alat transaksi. Ketidaksinkronan regulasi antara fiskal daerah dan administratif nasional menciptakan ketidakpastian hukum bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama program PTSL.

Penundaan pembayaran BPHTB dalam PTSL memiliki implikasi hukum yang kompleks.Regulasi yang tidak sejalan antara fiskal dan administratif menciptakan ketidakpastian hukum bagi sertifikat tanah.Kebijakan penundaan pajak, meski bertujuan membantu masyarakat, berpotensi menimbulkan sengketa dan melemahkan kepastian hukum.Harmonisasi regulasi antara pemerintah daerah dan BPN menjadi krusial untuk memastikan efektivitas program PTSL.Selain itu, perlu adanya sistem pencatatan pajak yang transparan dan edukasi publik yang intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak harmonisasi regulasi antara pemerintah daerah dan BPN terhadap efektivitas PTSL. 2. Studi tentang efektivitas metode pengumpulan pajak BPHTB oleh Bapenda di daerah dengan kondisi ekonomi berbeda. 3. Pengembangan model alternatif pembayaran pajak yang lebih fleksibel untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, dengan mempertimbangkan prinsip keadilan sosial dan kepastian hukum.

  1. Kepastian Hukum Penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Terhadap Perlakuan Pembayaran Bea... doi.org/10.59141/japendi.v6i2.7396Kepastian Hukum Penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Terhadap Perlakuan Pembayaran Bea doi 10 59141 japendi v6i2 7396
  2. Pemenuhan Self Assessment System Dalam Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan Terhadap... doi.org/10.22437/rr.v5i2.24307Pemenuhan Self Assessment System Dalam Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan Terhadap doi 10 22437 rr v5i2 24307
  3. Potensi Permasalahan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) | BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan.... jurnalbhumi.stpn.ac.id/index.php/JB/article/view/217Potensi Permasalahan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap PTSL BHUMI Jurnal Agraria dan Pertanahan jurnalbhumi stpn ac index php JB article view 217
Read online
File size313.52 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test