LENTERANUSALENTERANUSA

Talent: Journal of Economics and BusinessTalent: Journal of Economics and Business

Indonesia merupakan salah satu produsen rempah terkemuka di dunia, didukung oleh keanekaragaman hayati yang kaya, kondisi agro-klimatik yang menguntungkan, dan tradisi panjang dalam budidaya rempah. Tiongkok telah menjadi destinasi ekspor strategis karena pertumbuhan industri makanan, farmasi, obat tradisional, dan kosmetiknya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan respons strategis dalam perdagangan rempah Indonesia–Tiongkok. Pendekatan campuran digunakan dengan menggabungkan analisis kuantitatif data ekspor dari BPS, Kementerian Perdagangan, dan basis data perdagangan internasional dengan analisis kualitatif melalui tinjauan literatur. Hasil menunjukkan bahwa Tiongkok menyumbang 33,6% ekspor Indonesia untuk tanaman obat, aromatik, dan rempah pada 2024, menjadikannya pasar ekspor terbesar. Peluang utama mencakup permintaan pasar yang kuat, preferensi tarif ACFTA, meningkatnya permintaan produk organik, dan keunggulan komparatif Indonesia dalam produksi rempah. Namun, Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti penghalang non-tarif, persaingan dari Vietnam dan India, volatilitas kurs, dan risiko produksi terkait iklim. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan memperkuat diplomasi ekonomi, meningkatkan sertifikasi produk, meningkatkan proses pengolahan bernilai tambah, memperluas pasar ekspor, dan mengadopsi sistem pelacakan digital untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Tiongkok.

Indonesia memiliki potensi kuat untuk memperkuat posisinya di pasar rempah Tiongkok, didukung oleh keunggulan komparatif dalam keanekaragaman hayati, kondisi agro-klimatik tropis, dan pengalaman panjang dalam produksi rempah.Hasil menunjukkan bahwa Tiongkok menjadi destinasi terbesar ekspor rempah Indonesia pada 2024, menyumbang 33,6% dari total volume ekspor.Hal ini menunjukkan peluang pasar yang kuat, tetapi juga menyoroti risiko ketergantungan ekspor pada satu pasar utama.Untuk meningkatkan daya saing, Indonesia perlu memperkuat kualitas produk, memperluas sertifikasi internasional, meningkatkan pengolahan bernilai tambah, dan mengadopsi sistem pelacakan digital.Diversifikasi ekspor juga penting untuk mengurangi risiko konsentrasi pasar dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan regulasi, fluktuasi harga, dan tekanan perdagangan eksternal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penguasaan sertifikasi organik untuk meningkatkan nilai tambah ekspor rempah Indonesia ke pasar Tiongkok. Selain itu, pengembangan produk olahan rempah seperti minyak atsiri atau bahan baku kosmetik bisa menjadi arah studi baru untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Terakhir, implementasi teknologi blockchain untuk pelacakan rantai pasok bisa diuji sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kepercayaan pembeli Tiongkok terhadap kualitas dan keaslian produk rempah Indonesia.

  1. Impacts of RCEP’s trade barrier reductions on China’s agricultural trade: A GTAP simulation... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0328060Impacts of RCEPAos trade barrier reductions on ChinaAos agricultural trade A GTAP simulation journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0328060
Read online
File size212.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test