GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP

Journal of Health Guidance and CounselingJournal of Health Guidance and Counseling

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis, salah satunya adalah kesepian (loneliness) yang dapat memicu depresi dan penurunan kualitas hidup. Di Kabupaten Ponorogo, populasi lansia terus meningkat, namun observasi menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang menghadapi tantangan isolasi sosial meskipun hidup dalam lingkungan pedesaan yang komunal. Secara teoritis, religiusitas dan dukungan sosial keluarga dianggap sebagai faktor protektif utama dalam menjaga kesehatan mental lansia. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menguji secara empiris apakah tingginya nilai religiusitas dan dukungan keluarga di pedesaan benar-benar efektif mereduksi tingkat kesepian, mengingat masih terbatasnya studi yang menelaah dinamika variabel tersebut secara spesifik di wilayah pedesaan seperti Desa Blembem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas dan dukungan sosial keluarga terhadap tingkat kesepian pada lansia di Desa Blembem, Kabupaten Ponorogo. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Ex Post Facto. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia di desa tersebut, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling (random sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat religiusitas tinggi dan dukungan sosial keluarga yang baik, namun tingkat kesepian mereka berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kesepian (Sig. 0,847 > 0,05) dan dukungan sosial keluarga juga tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,410 > 0,05). Secara simultan, kedua variabel hanya memberikan kontribusi pengaruh sebesar 0,8% (). Temuan ini menyimpulkan bahwa tingginya religiusitas dan dukungan keluarga tidak serta-merta menjamin rendahnya kesepian pada lansia di wilayah studi, mengindikasikan adanya dominasi faktor eksternal lain di luar model yang lebih determinan dalam memengaruhi kondisi psikologis lansia.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa religiusitas dan dukungan sosial keluarga bukan merupakan prediktor utama tingkat kesepian pada lansia di Desa Blembem, Ponorogo.Secara statistik, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan.Hal ini mengimplikasikan bahwa intervensi untuk mengatasi kesepian lansia tidak bisa hanya bergantung pada penguatan aktivitas keagamaan formal atau himbauan kepada keluarga semata.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran kesehatan fisik dalam memengaruhi tingkat kesepian lansia di wilayah pedesaan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan dampak dukungan emosional versus dukungan instrumental terhadap kesepian. Terakhir, studi dapat menginvestigasi pengaruh koneksi sosial di luar keluarga, seperti hubungan tetangga atau komunitas lokal, dalam mengurangi rasa kesepian pada lansia.

Read online
File size298.06 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test