PNMPNM

DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)

Permasalahan limbah plastik menjadi isu global yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, dan sosial-ekonomi. Kota Madiun menghadapi tantangan serupa dengan produksi sampah harian mencapai 122,6 ton, sebagian besar berupa plastik, sementara TPA Winongo telah mengalami kelebihan kapasitas. Bank Sampah Matahari berperan strategis dalam pengelolaan sampah plastik, namun masih menghadapi keterbatasan pada aspek produksi karena pengolahan dilakukan secara manual dan hasil produk kurang bervariasi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2025, dilakukan intervensi berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan teknis, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan rata-rata kenaikan skor 45-46 persen pada materi alat, resin, dan proses produksi. Dari aspek praktik, pengurus Bank Sampah Matahari mampu mengoperasikan mesin pencacah plastik secara mandiri serta menghasilkan produk baru berupa asbak, tatakan gelas, paving block, dan furniture sederhana dari bahan plastik daur ulang. Penerapan teknologi ini terbukti meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta diversifikasi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat pada aspek produksi di Bank Sampah Matahari berhasil meningkatkan keberdayaan mitra secara signifikan.Peningkatan pengetahuan peserta tercermin dari hasil pre-test dan post-test dengan rata-rata kategori tinggi.Peserta kini mampu mengoperasikan mesin pencacah plastik, memahami tahapan produksi, serta menghasilkan produk daur ulang berupa asbak, tatakan gelas, paving block, dan furniture.Kendala yang ditemui dapat diatasi melalui pendampingan dan evaluasi berkelanjutan.Dengan demikian, penerapan teknologi tepat guna terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas produksi Bank Sampah Matahari dan membuka peluang diversifikasi produk berbasis limbah plastik.

Untuk mendukung keberlanjutan peningkatan aspek produksi di Bank Sampah Matahari, diperlukan pendampingan intensif lanjutan, khususnya dalam hal penguasaan teknik pencetakan resin dan paving block. Penyediaan sarana produksi yang lebih memadai juga menjadi kebutuhan penting. Variasi tingkat keterampilan antar peserta menunjukkan perlunya strategi pembelajaran adaptif. Program pendampingan sebaiknya diperluas mencakup aspek manajemen produksi. Membangun jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah, sekolah, komunitas, maupun sektor swasta sangat disarankan untuk menjaga keberlanjutan.

Read online
File size404.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test