PDMBENGKULUPDMBENGKULU

Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta)Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta)

Penurunan produksi jeruk di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, terakhir disebabkan oleh meningkatnya serangan hama dan penyakit, terutama hama lalat buah dan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) atau Huanglongbing (HLB). Program pengabdian masyarakat bertajuk Citrus Watch dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Bengkulu bekerja sama dengan petani mitra Pemuda Rukun yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit jeruk secara terpadu. Kegiatan dilakukan melalui edukasi, dengan membagikan jeruk dan buku saku pengendaliannya, pemasangan yellow trap untuk memantau populasi vektor penyakit, serta penggunaan perangkap lalat buah di enam kebun petani mitra di Desa Sumber Urip dan Karang Jaya. Program juga mencakup penanaman 100 bibit jeruk sehat, penggunaan pupuk hayati, serta pelatihan monitoring populasi hama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan populasi hama dan peningkatan kesadaran petani terhadap penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada keberlanjutan pertanian jeruk di Rejang Lebong dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Program Citrus Watch yang dilaksanakan di Desa Sumber Urip dan Karang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong, berhasil meningkatkan kapasitas petani dalam mengenali, memantau, dan mengendalikan hama serta penyakit tanaman jeruk secara terpadu.Melalui tahapan kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi, petani mitra dari Kelompok Tani Pemuda Rukun memperoleh keterampilan teknis (hard skill) seperti penggunaan yellow trap, pemasangan perangkap lalat buah berbasis metil eugenol, pemilihan dan penanaman bibit jeruk sehat, serta pemupukan yang berimbang.Keterampilan nonteknis (soft skill) juga meningkat, meliputi kemampuan manajerial, pencatatan hasil monitoring, kerja sama kelompok, dan kepemimpinan.Hasil monitoring menunjukkan adanya penurunan populasi hama dan kerusakan buah akibat lalat buah, serta peningkatan kesadaran petani terhadap penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).Secara keseluruhan, program ini berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kebun jeruk, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan ekosistem pertanian di wilayah Rejang Lebong.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan replikasi program Citrus Watch di desa sentra jeruk lainnya di Provinsi Bengkulu, memperluas dampak positif penerapan PHT dan peningkatan kesadaran ekologi petani. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan mendukung keberlanjutan program dengan menyediakan bantuan bibit sehat, pupuk organik, serta fasilitas monitoring hama dan penyakit. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk menyelidiki dinamika populasi Diaphorina citri di dataran tinggi Bengkulu sebagai respons terhadap perubahan iklim global. Pembentukan jejaring komunikasi antarkelompok tani perlu diperkuat sebagai wadah berbagi pengalaman dalam penerapan pengendalian hama dan penyakit jeruk secara terpadu.

Read online
File size1012.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test