MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Program Posyandu balita merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang berperan strategis dalam mendukung Pembangunan Kesehatan Masyarakat, khususnya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Posyandu balita di Indonesia serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literature terhadap beberapa jurnal ilmiah nasional dari database Google Scholar yang terbit antara 2016 - 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa program Posyandu di Indonesia telah berjalan cukup baik dalam memberikan layanan kesehatan dasar seperti pemantauan pertumbuhan, imunisasi, dan penyuluhan. Namun, kendala utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan kader, kurangnya sarana prasarana, serta lemahnya pencatatan data. Kesimpulannya, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dukungan fasilitas, serta strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan efektivitas program Posyandu.

Berdasarkan hasil tinjauan literatur, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program Posyandu balita di Indonesia telah cukup baik dalam berjalan dengan memberikan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.Program ini berperan penting dalam pemantauan pertumbuhan, pencegahan penyakit, dan peningkatan status gizi balita.Namun, efektivitas program masih belum optimal karena adanya berbagai kendala, yaitu rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan jumlah dan kompetensi kader, kurangnya sarana dan prasarana, serta sistem pencatatan dan evaluasi yang belum maksimal.Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan secara menyeluruh agar program Posyandu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efektivitas program Posyandu, perlu dilakukan peningkatan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran dan partisipasi dalam kegiatan Posyandu semakin meningkat. Selain itu, kapasitas kader perlu diperkuat melalui pelatihan agar pelayanan yang diberikan optimal. Pemerintah juga diharapkan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang memadai serta memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan. Dukungan dan kerja sama antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat sangat diperlukan agar program Posyandu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size289.44 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test