UNITAUNITA

PublicianaPubliciana

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah umum gelandangan dan pengemis, yang erat kaitannya dengan masalah ketertiban dan keamanan di daerah perkotaan. Salah satu komponen dinamis dari status adalah peran, di mana seseorang dikatakan menjalankan peran jika ia memenuhi tanggung jawab dan haknya sesuai dengan perannya. Penelitian ini menggunakan Grand Teori Kesejahteraan Sosial dan pendekatan kualitatif, di mana peneliti berperan aktif dalam menggali data dari sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah adalah segala bentuk tanggung jawab, kewenangan, dan tindakan yang dilakukan. Melalui kebijakan tersebut, Dinas Sosial menetapkan langkah-langkah penanganan, baik preventif maupun rehabilitatif. Dapat disimpulkan bahwa dengan peran Dinas Sosial Kota Malang, pelayanan kesejahteraan sosial dapat dijalankan secara optimal, namun belum sepenuhnya berjalan dengan baik.

Dinas Sosial Kota Malang telah memberikan penyuluhan ini.Kegiatan penyuluhan ini dilakukan menyusul razia yang menangkap gelandangan dan pengemis, serta melakukan penangkapan dan penertiban sementara di panti ataupun shalter.Dalam rangka meningkatkan sikap dan perilaku anak berkebutuhan khusus agar dapat hidup normal kembali, Dinas Sosial Kota Malang bekerja sama dengan berbagai lembaga, antara lain lembaga bimbingan dan konseling serta psikologi, untuk memberikan bimbingan dengan menyelenggarakan kelas-kelas tersendiri.Kantor Dinas Sosial Kota Letaknya geografis disini sangat mendukung dalam menunjang peran Dinas Sosial dalam mensejahterakan gelandangan serta pengemis yang berada di Kota Malang dalam hal menangani permasalah sosial.Dengan adanya pelayanan sosial dalam panti rehabilitasi diharapkan mereka mendapatkan pelayanan yang pantas dan layak dibandingkan berada dijalan ataupun di trotoar yang dinilai tidak layak untuk mereka tempati.adapun faktor penghambat pada penelitian ini yaitu kurangnya partisipasi masyarakat terhadap kesejateraan gelandangan dan pengemis Ini adalah situasi di mana masyarakat tidak terlibat aktif dalam proses penanganan tunawisma dan pengemis.Jika masyarakat tidak memberikan bantuan keuangan atau keberatan kepada tunawisma dan pengemis, jumlah tunawisma dan pengemis akan menurun.Namun, warga Kota Malang memiliki rasa iba yang sangat tinggi, sehingga kita tidak dapat melarang mereka melakukannya.Terakhir, cara berpikir para pengemis dan gelandangan perlu diubah.Agar para gelandangan dan pengemis dapat meninggalkan jalanan dan memulai kehidupan yang lebih baik, diperlukan prosedur yang dapat mengubah pikiran, tindakan, dan perilaku negatif mereka menjadi baik.Permasalahan sosial gelandangan dan pengemis ialah fenomena yang mencerminkan adanya ketimpangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat yang menjadi penyebab masih banyaknya gelandangan serta pengemis di Kota Malang.Dalam banyak kasus, mereka hidup berpindah-pindah, tidur di emperan toko, kolong jembatan, atau trotoar, serta menggantungkan hidup dari belas kasihan orang lain.Tanpa keterampilan, tanpa dukungan, dan sering kali tanpa dokumen kependudukan, mereka kesulitan mengakses bantuan sosial atau pekerjaan formal.Pada kenyataannya, banyak anak terlibat dalam perilaku mengemis karena orang tua mereka, yang melanggengkan masalah tersebut dari satu generasi ke generasi berikutnya.Dari sisi pemerintah dan masyarakat, kurangnya pengawasan serta belum optimalnya program pemberdayaan sosial juga memperpanjang keberadaan gepeng.Meskipun sudah ada program penertiban dan rehabilitasi, sering kali upaya tersebut tidak berkelanjutan atau tidak menyentuh akar permasalahan, sehingga banyak gepeng kembali ke jalan setelah ditertibkan.

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian lanjutan. Pertama, penting untuk meneliti lebih lanjut tentang peran Dinas Sosial dalam menyalurkan dan menempatkan gelandangan serta pengemis yang telah siap bekerja di tempat yang membutuhkan pekerja. Hal ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi jumlah gelandangan dan pengemis di Kota Malang. Kedua, perlu dilakukan studi tentang bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan tunawisma dan pengemis, sehingga upaya penanganan dapat lebih efektif dan berkelanjutan. Terakhir, penelitian tentang cara mengubah pola pikir dan perilaku negatif gelandangan serta pengemis menjadi positif, agar mereka dapat meninggalkan jalanan dan memulai kehidupan yang lebih baik, juga sangat penting untuk dilakukan.

Read online
File size46.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test