KEMENSOSKEMENSOS

Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Kabupaten Gunungkidul masih berada di atas target nasional stunting sebesar 15,75% pada tahun 2021. Artikel ini mengkaji implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul dan memberikan perspektif baru mengenai penyebab kapabilitas dan relasi aktor yang rendah. Melalui kerangka konseptual kapabilitas dan jejaring aktor, penelitian ini menjelaskan kapabilitas dan relasi aktor pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis deskriptif menunjukkan bahwa kapabilitas pemerintah masih belum mumpuni dan kolaborasi aktor lemah, diukur memiliki densitas 0,186. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan re-alokasi anggaran, penguatan komitmen bersama, mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan pembentukan forum komunikasi untuk menginovasi program.

Pengelolaan kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan kapabilitas pemerintah yang terbatas dan kolaborasi antar aktor yang lemah, dengan densitas jaringan sebesar 0,186.Kendala ini dipicu oleh keterbatasan sumber daya, motivasi, dan struktur organisasi, yang menghambat pencapaian target stunting.Peningkatan kapasitas, re‑alokasi anggaran, dan penguatan sinergi antar sektor diharapkan dapat memperkuat implementasi kebijakan dan menurunkan prevalensi stunting.

Pertama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi mekanisme dinamika jaringan sosial antar aktor dalam konteks kebijakan stunting dengan menggunakan metode longitudinal untuk memahami perubahan kolaborasi seiring berjalannya waktu dan dampaknya terhadap hasil intervensi. Kedua, studi dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas strategi re‑alokasi anggaran dan penguatan motivasi di tingkat sub‑unit pemerintahan, sehingga dapat diidentifikasi praktik terbaik dan hambatan pencapaian yang jelas. Ketiga, kajian kualitatif mendalam dapat dilakukan pada peran lembaga non‑pemerintah dan sektor swasta sebagai mitra potensial, menilai kontribusi mereka terhadap kapasitas sistem multisektor dan menilai apakah model kemitraan yang terintegrasi dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting di daerah tertuju.

  1. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur Dalam Menanggulangi Masalah Stunting | Journal of Social... jurnal.amikom.ac.id/index.php/jspg/article/view/193Kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur Dalam Menanggulangi Masalah Stunting Journal of Social jurnal amikom ac index php jspg article view 193
  2. Tingkat Kecerdasan Intelegensi Anak Stunting | Jurnal Penelitian Perawat Profesional. kecerdasan intelegensi... doi.org/10.37287/jppp.v1i1.25Tingkat Kecerdasan Intelegensi Anak Stunting Jurnal Penelitian Perawat Profesional kecerdasan intelegensi doi 10 37287 jppp v1i1 25
  3. Pencegahan Stunting dengan Inovasi Teknologi berupa Modifikasi Timbangan Digital Terkoneksi Android |... doi.org/10.37478/abdika.v3i4.3176Pencegahan Stunting dengan Inovasi Teknologi berupa Modifikasi Timbangan Digital Terkoneksi Android doi 10 37478 abdika v3i4 3176
Read online
File size612.54 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test