IDEAJOURNALIDEAJOURNAL

Idea Pengabdian MasyarakatIdea Pengabdian Masyarakat

Sejak COVID-19 pertama kali di temukan di Wuhan, menyebabkan RS rujukan COVID-19 menjadi “kewalahan termasuk di Indonesia. Pada pasien terkonfirmasi COVID-19 atau pun pada pasien yang masih terduga COVID-19, tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) tidak perlu ditunda. Namun, ada beberapa prinsip yang harus disesuaikan untuk menjaga keselamatan pasien dan pemberi bantuan. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta pada umumnya mengenai tata laksana kegawatdaruratan pada masa pandemic COVID-19. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu pertama melakukan sosialisasi, melakukan webinar, dilanjutkan dengan FGD. Hasil dari kegiatan ini adalah terlihat peningkatan pengetahuan BHD pada perawat IGD sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Pemberian pengetahuan dan pelatihan BHD secara daring terbukti efektif meningkatkan pengetahuan perawat IGD.

Setelah responden mengikuti pelatihan selama tiga hari, sangat terlihat peningkatan pengetahuan BHD sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan, setelah mengikuti pelatihan semua responden berada pada kategori pengetahuan BHD yang baik.Pemberian pengetahuan dan pelatihan BHD secara daring terbukti efektif meningkatkan pengetahuan perawat IGD.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam efektivitas pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara daring dibandingkan dengan metode luring atau tatap muka. Penting untuk diketahui apakah format daring, yang digunakan dalam studi ini, memiliki keunggulan atau keterbatasan tertentu, terutama dalam aspek praktik keterampilan, dibandingkan dengan pelatihan langsung yang memungkinkan simulasi dan umpan balik fisik. Apakah ada perbedaan signifikan dalam peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri tenaga kesehatan antara kedua metode tersebut, terutama saat menghadapi kasus kegawatdaruratan di era pandemi? Selain itu, studi ini hanya mengukur peningkatan pengetahuan sesaat setelah pelatihan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk mengevaluasi retensi pengetahuan BHD jangka panjang serta dampaknya terhadap praktik klinis nyata perawat di ruang gawat darurat. Bagaimana pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterjemahkan menjadi tindakan penyelamatan jiwa yang konsisten dan akurat dalam situasi kerja sehari-hari? Pertanyaan ini krusial untuk memastikan bahwa investasi dalam pelatihan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan. Terakhir, mengingat lingkup penelitian ini yang terbatas pada perawat IGD di beberapa fasilitas kesehatan, akan sangat bermanfaat untuk memperluas studi ke populasi yang lebih beragam, seperti petugas medis lain, atau bahkan masyarakat umum, serta di various tipe fasilitas kesehatan dari perkotaan hingga pedesaan. Penelitian semacam ini dapat membantu mengembangkan program pelatihan BHD yang lebih adaptif dan merata, tidak hanya untuk tenaga kesehatan tetapi juga untuk kesiapsiagaan publik menghadapi keadaan darurat di masa mendatang.

Read online
File size260.76 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test