KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE

Jurnal Informatika dan BisnisJurnal Informatika dan Bisnis

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang berhadapan dengan aktivitas keuangan seperti menerima pendapatan, melakukan pengeluaran, serta berusaha menyeimbangkan keduanya agar kebutuhan dapat terpenuhi. Namun, banyak individu masih menghadapi kesulitan dalam mengelola keuangan pribadinya secara teratur. Sebagian besar hanya mengandalkan ingatan untuk mengetahui penggunaan uang mereka, tanpa adanya pencatatan yang sistematis. Akibatnya, mereka sering kehilangan kendali terhadap arus kas, tidak mengetahui secara pasti tujuan pengeluaran, dan sulit menilai kondisi keuangan pribadi secara objektif. Ketidakteraturan dalam mencatat transaksi menyebabkan banyak orang tidak menyadari pola pengeluaran mereka sendiri. Pendapatan yang diterima setiap bulan sering kali habis tanpa diketahui secara jelas penggunaannya. Hal ini membuat seseorang kesulitan menetapkan prioritas pengeluaran, mengatur kebutuhan jangka panjang, dan menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Bagi sebagian individu yang telah berusaha mencatat transaksi, permasalahan lain muncul dari metode pencatatan yang digunakan. Pencatatan secara manual, baik di buku tulis maupun lembar kerja digital seperti spreadsheet, masih menimbulkan kendala dalam hal kepraktisan dan efisiensi. Data transaksi yang terus bertambah dari waktu ke waktu membuat catatan menjadi tidak terstruktur dan sulit dibaca. Saat pengguna ingin menelusuri pengeluaran tertentu, mereka harus membuka banyak halaman atau file secara satu per satu. Proses ini memakan waktu dan menyulitkan pengguna dalam menemukan kembali informasi yang dibutuhkan. Selain kesulitan dalam pencarian, data keuangan yang tersimpan juga sering kali tidak disusun dengan konteks yang jelas. Banyak pengguna hanya memiliki daftar transaksi tanpa hubungan antar kategori atau tanpa penjelasan makna di balik setiap pengeluaran. Kondisi ini membuat informasi keuangan menjadi sekadar kumpulan angka yang tidak mudah dipahami. Akibatnya, pengguna sulit melihat pola kebiasaan pengeluaran, menganalisis pengeluaran, maupun memahami makna dari data yang telah dikumpulkan. Masalah lain yang muncul adalah rendahnya kemampuan sistem pencatatan dalam menelusuri data keuangan berdasarkan konteks atau makna tertentu. Proses pencarian transaksi masih bergantung pada kesesuaian kata secara literal, bukan pada makna yang terkandung di dalam data. Hal ini menyebabkan pengguna kesulitan dalam menemukan informasi yang relevan apabila terdapat perbedaan istilah, format, atau penulisan pada saat pencatatan dilakukan. Kondisi tersebut semakin memperbesar hambatan dalam proses pelacakan dan analisis keuangan pribadi.

Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem web keuangan pribadi yang dikembangkan telah berhasil memenuhi tujuan penelitian.Sistem ini mampu menyediakan pencatatan transaksi yang terstruktur dan terpusat, sehingga memudahkan pengguna dalam memantau arus kas serta memahami kondisi keuangan secara lebih objektif.Implementasi berbasis web juga memungkinkan pengelolaan data yang lebih rapi, efisien, dan minim kesalahan dibandingkan metode konvensional.Selain itu, penerapan modul semantic retrieval terbukti meningkatkan kualitas pencarian data keuangan.Hasil evaluasi menunjukkan nilai context recall 0,81, context precision 0,70, faithfulness 0,83, dan answer relevancy 0,84, yang mengindikasikan bahwa sistem mampu mengambil konteks relevan dan menghasilkan jawaban yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.Penggunaan embedding vektor juga memungkinkan data transaksi dipahami berdasarkan kesamaan makna, sehingga memberikan analisis yang lebih kontekstual.Secara keseluruhan, sistem ini mampu memberikan solusi yang lebih efektif dalam pencatatan, pengelolaan, dan pencarian data keuangan dibandingkan pendekatan konvensional.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan sistem yang lebih fokus pada personalisasi pengalaman pengguna. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, sistem dapat mempelajari pola perilaku dan preferensi pengguna, sehingga dapat memberikan rekomendasi keuangan yang lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan individu. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi sistem dengan platform keuangan lainnya, seperti aplikasi perbankan atau platform investasi, untuk memperluas cakupan pengelolaan keuangan pribadi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki potensi penggunaan teknik-teknik optimisasi pencarian semantik yang lebih canggih, seperti penggunaan model bahasa besar (LLMs) yang lebih kompleks, untuk meningkatkan akurasi dan relevansi hasil pencarian.

  1. Implementasi Semantic Retrieval Berbasis Embedding dan LLM pada Aplikasi Web Keuangan Pribadi | Jurnal... jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JIB/article/view/2027Implementasi Semantic Retrieval Berbasis Embedding dan LLM pada Aplikasi Web Keuangan Pribadi Jurnal jurnal kwikkiangie ac index php JIB article view 2027
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-981-97-1717-0_5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 981 97 1717 0 5
Read online
File size1.13 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test