GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER

Greenation Education and Culture ReviewGreenation Education and Culture Review

Studi ini menyelidiki efek dari perceived uniqueness dan perceived value terhadap revisit intention di destinasi wisata budaya Instagrammable di Jakarta. Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal digunakan dengan survei terhadap 237 wisatawan yang pernah mengunjungi destinasi melalui sampling acak. Data dianalisis menggunakan PLS. Temuan menunjukkan bahwa perceived uniqueness dan perceived value secara positif dan signifikan mempengaruhi revisit intention, dengan perceived value memiliki pengaruh yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa keunikan destinasi dan nilai yang dirasakan oleh wisatawan adalah penggerak penting dari kunjungan ulang. Studi ini berkontribusi pada literatur pariwisata dengan memperluas pemahaman tentang perilaku wisatawan dalam konteks pariwisata Instagrammable perkotaan dan menawarkan implikasi praktis bagi manajer destinasi dalam merancang pengalaman pariwisata yang otentik, bernilai, dan berkelanjutan.

Studi ini menunjukkan bahwa perceived uniqueness dan perceived value adalah pendahulu yang signifikan dari revisit intention wisatawan terhadap destinasi wisata budaya Instagrammable.Perceived uniqueness berkontribusi pada revisit intention dengan memungkinkan wisatawan mengalami karakteristik destinasi yang unik, konsep budaya yang otentik, pengalaman yang baru, dan interaksi yang tak terlupakan yang membedakan destinasi dari atraksi pesaing.Demikian pula, perceived value memperkuat revisit intention ketika wisatawan merasa bahwa manfaat yang diperoleh melebihi sumber daya moneter, temporal, dan psikologis yang diinvestasikan selama kunjungan mereka.Temuan ini memperluas literatur perilaku pariwisata dengan mengonfirmasi bahwa revisit intention secara bersamaan dibentuk oleh diferensiasi pengalaman dan evaluasi nilai dalam konteks pariwisata budaya Instagrammable.Sesuai dengan itu, manajer destinasi tidak boleh hanya mengandalkan atraksi yang menarik secara visual, tetapi juga harus memprioritaskan pengalaman budaya yang otentik dan penciptaan nilai yang unggul untuk menumbuhkan loyalitas wisatawan jangka panjang dan daya saing destinasi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggabungkan konstruk psikologis dan perilaku, seperti pengalaman wisata yang tak terlupakan, keterikatan destinasi, kepuasan wisatawan, citra destinasi, eWOM, dan keterlibatan media sosial, untuk menjelaskan mekanisme yang mendasari hubungan antara perceived uniqueness dan perceived value dengan revisit intention. Studi komparatif di berbagai destinasi wisata dan pengaturan budaya juga akan meningkatkan validitas eksternal temuan dan memberikan wawasan teoretis yang lebih luas tentang perilaku wisatawan. Dari perspektif manajerial, manajer destinasi harus terus memperkuat keunikan destinasi dengan melestarikan identitas budaya yang otentik sambil menciptakan pengalaman wisata yang inovatif dan menarik secara visual yang selaras dengan tren media sosial. Secara bersamaan, meningkatkan perceived value melalui layanan berkualitas tinggi, fasilitas yang dapat diakses, harga yang wajar, dan interaksi budaya yang bermakna akan memperkuat revisit intention wisatawan dan berkontribusi pada keberlanjutan dan daya saing jangka panjang destinasi wisata budaya Instagrammable.

  1. Vol. 2 No. 1 (2026): Greenation Education and Culture Review (October 2025 - March 2026) | Greenation... greenationpublisher.org/GECR/issue/view/59Vol 2 No 1 2026 Greenation Education and Culture Review October 2025 March 2026 Greenation greenationpublisher GECR issue view 59
Read online
File size747.75 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test