UNTARUNTAR

MezaninMezanin

Lubuklinggau merupakan kota transit yang berarti berada persis dipersimpangan jalan lintas tengah Sumatera. Pada tahun 2018, Bandar Udara Silampari mendapatkan status unit penyelenggara Bandara Kelas III. Banyaknya masyarakat dari daerah lain sering berdatangan ke kota Lubuklinggau membuatnya semakin berkembang. Maka Bandar Udara Lubuklinggau yang sering digunakan haruslah menggambarkan kota Lubuklinggau tersebut, dengan cara menunjukkan budaya dan aksen yang dapat menggambarkan adat dan kota Lubuklinggau. Hasil desain didapatkan dari banyaknya budaya adat masyarakat, seperti tarian ngantat dendan, pernikahan yang harus dimulai dengan mandi kasai, buah durian dan kopi serta makanan‑makanan yang menjadi ciri khas daerah, rumah adat Bumi Silampari, dan lain‑lain yang diambil motifnya lalu distilasi sehingga lebih modern dan dapat terus mengikuti perkembangan zaman. Konsep aksen budaya diterapkan pada bagian check‑in area, area tunggu lantai 1, area tunggu lantai 2, dan area bermain anak. Dengan desain tersebut, Bandar Udara Silampari sudah menggambarkan dan menunjukkan citra dari kota Lubuklinggau yang awalnya hanya dikenal sebagai kota transit menjadi kota Lubuklinggau yang memiliki beragam budaya.

Berdasarkan hasil desain di atas, sumber aksen tidak hanya dicari melalui batik atau motif khas yang sudah dicantumkan, melainkan melalui pengangkatan motif berdasarkan rumah adat atau benda adat.Rak main anak diambil dari bentuk durian sehingga pewarnaan juga dibuat menyerupai durian besar tanpa sisi duri.Dengan pendekatan tersebut, interior Bandar Udara Silampari berhasil menampilkan identitas budaya Lubuklinggau secara modern dan fungsional.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi bagaimana integrasi motif budaya lokal dalam interior bandara memengaruhi persepsi penumpang terhadap identitas regional, misalnya dengan melakukan survei kepuasan penumpang di Bandara Silampari. Selanjutnya, studi dapat meneliti dampak penggunaan material lokal yang berkelanjutan terhadap kinerja fungsional dan estetika desain bandara, termasuk analisis biaya, daya tahan, dan respons lingkungan. Terakhir, penelitian dapat menguji efektivitas instalasi interaktif digital yang menampilkan seni tradisional Lubuklinggau dalam meningkatkan keterlibatan traveler dibandingkan dengan elemen desain statis, dengan mengukur tingkat interaksi dan kepuasan pengguna melalui metode observasi dan kuesioner.

Read online
File size492.89 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test