USKUSK

Jurnal Dinamika Akuntansi dan BisnisJurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis

Studi ini meneliti peran insentif, hubungan emosional, dan keadilan organisasi dalam mendukung sistem whistleblowing. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental antara subjek 3x2x2. Pesertanya adalah 171 mahasiswa Akuntansi dan Perbankan dari universitas di Yogyakarta, Indonesia, yang memiliki pemahaman tentang tugas akuntan manajemen. Data eksperimen diproses menggunakan ANOVA untuk membandingkan rata-rata antara kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insentif dapat mendorong individu untuk melaporkan kasus penyelewengan (fraud) pada kondisi hubungan emosional yang tinggi dan keadilan organisasi yang rendah. Selanjutnya, ketika individu memiliki hubungan emosional yang rendah dan keadilan organisasi yang tinggi, tidak ada perbedaan antara niat whistleblowing pada saluran pelaporan non-anonim (tanpa insentif) serta saluran pelaporan anonim.

Penelitian ini menawarkan implikasi praktis, teoritis, dan metodologis.Secara praktis, penelitian ini menyarankan agar organisasi menerapkan keadilan organisasi dan insentif dalam mekanisme whistleblowing yang paling efektif di Indonesia.Perusahaan harus mempertimbangkan mekanisme saluran pelaporan dan insentif dalam mengelola sistem kontrol internal perusahaan.Selain itu, dengan adanya identitas pelapor, pihak berwenang dapat dengan mudah melacak dan mengungkapkan kasus whistleblowing dengan berkomunikasi dengan pelapor.Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada literatur bahwa keadilan organisasi dapat dikendalikan melalui model insentif dan saluran pelaporan.Temuan ini sejalan dengan teori reinforcement yang menyatakan bahwa perilaku individu didasarkan pada konsekuensi atau hasil dari tindakan mereka.Selain itu, temuan penelitian ini juga selaras dengan teori kebutuhan dari Maslow.Secara metodologis, penelitian ini mengatasi kelemahan penelitian sebelumnya.Pertama, penelitian ini menerapkan tiga kasus penipuan untuk melihat konsistensi individu dalam meniup peluit.Kedua, penelitian ini menggunakan desain eksperimen untuk melihat niat dan perilaku individu dalam whistleblowing dengan manipulasi variabel independen.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan lebih lanjut tentang filosofi etika individu yang berbeda, karena filosofi etika yang berbeda dapat mempengaruhi keputusan individu untuk meniup peluit. Selain itu, penelitian masa depan dapat menerapkan jenis insentif yang berbeda sesuai dengan saran Xu dan Ziegenfuss (2008) untuk melihat jenis insentif mana yang lebih efektif dalam meningkatkan niat whistleblowing. Akhirnya, penelitian terkait harus mempertimbangkan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara keadilan organisasi dan perilaku whistleblowing, serta dampak insentif pada niat whistleblowing.

  1. The Role of Incentives, Emotional Connection, and Organizational Justice in Establishing an Effective... doi.org/10.24815/jdab.v7i1.14178The Role of Incentives Emotional Connection and Organizational Justice in Establishing an Effective doi 10 24815 jdab v7i1 14178
  2. Does Eco-Efficiency Improve Financial Performance of Manufacturing Companies in Indonesia? | Meutia |... doi.org/10.24815/jdab.v6i2.13785Does Eco Efficiency Improve Financial Performance of Manufacturing Companies in Indonesia Meutia doi 10 24815 jdab v6i2 13785
Read online
File size606.89 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test