ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Artikel ini merupakan hasil Pengabdian Masyarakat yang berjudul “Pelatihan Tari di Desa Manyarejo sebagai Satu Langkah Menuju Desa Wisata. Sasaran kegiatan tersebut adalah masyarakat Krajan Grogolan, Desa Manyarejo. Output dari kegiatan tersebut adalah mengarahkan dan membuat peserta untuk dapat mengembangkan kreativitas dalam penciptaan tarian daerah. Hasil dari kreativitas ini adalah terciptanya tari Rempeg Balung Buto. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode Dialogis, metode Ceramah, metode Demonstrasi, dan metode Drill. Metode ini dikembangkan dan diintegrasikan dengan perkembangan mental para peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin desa, khususnya tari. Para peserta mampu mendemonstrasikan karya tari yang diciptakan oleh kreativitas yang telah mereka pelajari, menguasai materi dengan menghafal dan benar. Output dari karya tari “Rempeg Balung Buto telah ditampilkan pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup di Pasar Budaya Krajan 2022, Gebyar Krajan Kengker 2022 dan acara Karnaval Penyerahan Fosil di Museum Manusia Purba Bukuran 2022. Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang kreativitas dasar, melakukan karya kreatif, dan mendokumentasikan audio visual sehingga dapat digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran tari bagi generasi penerus di masyarakat.

Pelatihan tari yang dilaksanakan selama empat bulan berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan dan menampilkan tarian berbasis budaya lokal, khususnya tari Rempeg Balung Buto.Metode dialogis, ceramah, demonstrasi, dan drill terbukti efektif dalam mengembangkan kreativitas serta pemahaman musik dan gerak pada masyarakat desa Manyarejo.Kegiatan ini juga berkontribusi pada pembentukan identitas budaya desa dan mendukung langkah awal menuju status desa wisata.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang pelatihan tari terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata desa, sehingga dapat diketahui kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan efektivitas antara metode dialogis dan metode drill dalam proses pembelajaran tarian di lingkungan pedesaan, guna mengidentifikasi strategi pengajaran yang paling optimal. Penelitian juga dapat mengeksplorasi cara integrasi alat musik tradisional seperti gambus dengan gerakan tari dalam melestarikan warisan budaya tak benda, sehingga menghasilkan model pembelajaran yang lebih holistik dan relevan bagi generasi muda.

Read online
File size1.79 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test