ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Penyandang disabilitas, terutama yang memiliki keterbatasan tuli, sering menghadapi kendala dalam mengakses dan menikmati pertunjukan wayang kulit tradisional. Artikel ini berupaya mengatasi masalah tersebut dengan memperkenalkan inovasi berupa penciptaan boneka wayang dan penggunaan balon kata, sehingga pertunjukan wayang menjadi lebih mudah diakses dan dinikmati oleh para penyandang disabilitas tuli. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas tuli melalui seni pedalangan dengan menciptakan boneka wayang yang inovatif dan mudah dipahami, serta menggunakan balon kata untuk membantu mereka memahami dialog dan narasi dalam pertunjukan wayang. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah pendampingan desain yang melibatkan proses identifikasi masalah, perumusan gagasan, eksperimentasi, seleksi, implementasi, dan presentasi. Partisipasi mitra seperti Padepokan Seni Sarotama juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Hasil dari PKM ini menunjukkan bahwa pendampingan pembuatan wayang dengan balon kata berhasil meningkatkan apresiasi dan pemahaman para penyandang disabilitas tuli terhadap pertunjukan wayang. Mereka merasa lebih terlibat dan dapat menikmati pertunjukan wayang dengan lebih baik. Program ini berhasil menunjukkan bahwa inovasi dalam seni pedalangan dapat menjadi sarana yang efektif untuk memberdayakan penyandang disabilitas tuli. Penggunaan boneka wayang yang inovatif dan balon kata membantu mereka mengatasi keterbatasan dalam mengakses dan menikmati pertunjukan wayang, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri mereka. Program ini juga memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian budaya wayang di kalangan generasi muda, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Pendampingan pembuatan wayang dengan balon kata memberikan dampak positif bagi siswa disabilitas tuli, terbukti dari respon antusias dan peningkatan apresiasi terhadap warisan budaya wayang.Aktivitas tersebut tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan wayang secara mudah, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemahaman narasi melalui balon kata.Selain meningkatkan keterlibatan, balon kata memotivasi anak-anak untuk mengembangkan cerita sendiri, menunjukkan potensi pemberdayaan melalui seni pedalangan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan wayang dengan balon kata terhadap kemampuan literasi dan komunikasi anak-anak tuli, misalnya dengan desain studi longitudinal yang membandingkan kelompok yang mengikuti program dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, adaptasi metode balon kata dapat diterapkan pada seni pertunjukan tradisional lain seperti tari atau musik tradisional, untuk menilai sejauh mana pendekatan ini meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada konteks budaya yang berbeda. Terakhir, pengembangan platform digital interaktif yang mengintegrasikan wayang boneka dan balon kata berbasis multimedia dapat diuji efektivitasnya dalam pembelajaran jarak jauh, sehingga memperluas jangkauan pemberdayaan seni bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus di wilayah yang tidak terjangkau secara fisik.

  1. Participatory Art for Mental Health: A Therapeutic Empowerment | Murtono | Research on Humanities and... iiste.org/Journals/index.php/RHSS/article/view/59628Participatory Art for Mental Health A Therapeutic Empowerment Murtono Research on Humanities and iiste Journals index php RHSS article view 59628
Read online
File size1.28 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test