IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE

SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis IslamSERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat untuk mengonsumsi makanan halal dan menilai dampaknya terhadap kesejahteraan fisik. Penelitian ini dibingkai dalam Teori Perilaku Terencana (TPB), yang mencakup konstruk seperti sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, religiusitas, keamanan pangan, kualitas gizi, dan niat berperilaku, beserta dampaknya terhadap kesejahteraan fisik individu. Analisis ini menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Analisis ini didasarkan pada tanggapan dari 307 peserta di Tasikmalaya, Jawa Barat. Temuan utama mengungkapkan bahwa religiusitas, keamanan pangan, dan kualitas gizi tidak secara signifikan memengaruhi pilihan seorang Muslim untuk mengonsumsi makanan halal. Ini menyiratkan bahwa perilaku seputar konsumsi makanan halal tidak selalu bergantung pada keyakinan agama, keamanan pangan, atau kandungan gizi. Meskipun demikian, perilaku konsumsi makanan halal dapat berdampak positif secara substansial terhadap kesejahteraan fisik umat Islam.

Penelitian ini menerapkan teori perilaku terencana dalam mempelajari alasan mengonsumsi makanan halal dan dampaknya terhadap kesehatan fisik, dengan menggabungkan variabel seperti religiusitas, nutrisi, keamanan pangan, dan kesehatan fisik dalam kerangka tersebut.Ditemukan bahwa sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan secara signifikan mempengaruhi niat untuk mengonsumsi makanan halal.semakin positif sikap, semakin kuat pengaruh sosial, dan semakin mudah akses terhadap makanan halal, semakin besar niat untuk mengonsumsinya.Selain itu, niat berperilaku secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan fisik dengan menghubungkan niat dengan hasil kesehatan yang lebih baik melalui, misalnya, aktivitas fisik rutin.Faktor-faktor seperti religiusitas, keamanan pangan, dan kualitas nutrisi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat.reputasi merek atau kenyamanan mungkin lebih menonjol dalam pilihan untuk mengonsumsi.Selain itu, niat berperilaku menjadi mediator dalam hubungan antara beberapa variabel (sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku) dan kesejahteraan, tetapi tidak untuk yang lain (religiusitas, keamanan pangan, nutrisi).

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang bagaimana sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan mempengaruhi niat untuk mengonsumsi makanan halal, terutama dalam konteks masyarakat Muslim di Indonesia. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana niat berperilaku dapat menjadi mediator yang kuat dalam menghubungkan berbagai faktor dengan kesejahteraan fisik. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pengaruh religiusitas, keamanan pangan, dan kualitas nutrisi terhadap niat dan perilaku konsumsi makanan halal di berbagai negara dengan populasi Muslim yang beragam.

  1. Intention to consume halal food and its impact on physical well being: Evidence from Tasikmalaya | SERAMBI:... doi.org/10.36407/serambi.v7i1.1472Intention to consume halal food and its impact on physical well being Evidence from Tasikmalaya SERAMBI doi 10 36407 serambi v7i1 1472
Read online
File size820.55 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test