POLIBANPOLIBAN

INTEKNA Jurnal Informasi Teknik dan NiagaINTEKNA Jurnal Informasi Teknik dan Niaga

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor kuliner yang terus berkembang. Di Banjarmasin, salah satu makanan yang cukup banyak diminati adalah nasi igut dan makanan tersebut banyak dijadikan para pelaku usaha mikro sebagai sumber penghasilan utama, serta pelaku usaha kuliner seperti penjual nasi igut memiliki peran yang besar dalam memenuhi konsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaku UMKM nasi igut menerapkan pengelolaan keuangan secara sederhana, serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan usaha secara mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu pelaku UMKM nasi igut di Kota Banjarmasin. Selama tujuh hari, data dikumpulkan melalui hasil observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pencatatan harian. Pencatatan keuangan meliputi pemasukan, pengeluaran, dan perhitungan laba sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara manual dengan pencatatan harian menggunakan buku tulis, tanpa sistem digital, dan belum ada pemisahan yang jelas antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Selain itu, tidak terdapat evaluasi keuangan mingguan atau bulanan yang terstruktur. Meskipun demikian, pelaku usaha menunjukkan kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan dan mengakui perlunya pembelajaran lebih lanjut dalam manajemen keuangan. Studi ini merekomendasikan adanya pelatihan manajemen keuangan sederhana berbasis digital untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM kuliner lokal.

Pengelolaan keuangan UMKM nasi igut di Banjarmasin dilakukan secara manual dengan pencatatan harian, yang mencakup pemasukan dan pengeluaran.Usaha nasi igut menunjukkan tingkat efisiensi keuangan yang cukup baik, dengan rata-rata laba bersih harian sebesar Rp780.000 dan stabilnya rasio pengeluaran terhadap pemasukan.Puncak penjualan terjadi pada Hari Kerja, terutama hari Senin, yang menunjukkan pentingnya strategi penjualan di hari-hari ramai.Pelaku usaha belum melakukan pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, serta belum menggunakan alat bantu digital, yang menjadi kendala dalam pengelolaan jangka panjang.

1. Pengembangan aplikasi manajemen keuangan berbasis digital yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM kuliner untuk meningkatkan akurasi pencatatan dan efisiensi. 2. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM di daerah lain, termasuk analisis perbandingan antara metode manual dan digital. 3. Studi longitudinal untuk mengevaluasi perubahan perilaku pengelolaan keuangan UMKM setelah penerapan sistem pencatatan terstruktur dan pelatihan berkelanjutan, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan usaha.

Read online
File size89.63 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test