STKW SURABAYASTKW SURABAYA

Terob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniTerob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Peran penari tradisional sebagai agen budaya secara signifikan berkontribusi pada pelestarian identitas artistik suatu wilayah. Namun, di tengah perubahan sosial yang cepat, kualitas seni pertunjukan telah mengalami transformasi signifikan antar generasi. Artikel ini mengkaji evolusi nilai-nilai seni pertunjukan, tantangan dalam melestarikan teknik dan etos tarian, serta strategi edukasi dan transmisi budaya yang dapat memperkuat kualitas pertunjukan lintas generasi. Dengan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur dan wawancara dengan seniman intergenerasional, studi ini menunjukkan bahwa transformasi seni pertunjukan mencerminkan pergeseran paradigma dari warisan teknis semata menuju aktualisasi kontekstual identitas budaya.

Transformasi kualitas pertunjukan tari merupakan konsekuensi tak terhindarkan dari perubahan sosial dan teknologi kontemporer, di mana seniman senior tidak hanya berperan sebagai pengajar gerakan, melainkan sebagai mentor budaya yang menyampaikan kebijaksanaan, disiplin etis, dan memori historis kepada generasi muda.Transformasi ini tidak harus dipandang sebagai ancaman terhadap nilai luhur seni tradisional, melainkan sebagai peluang untuk revitalisasi yang reflektif melalui pendekatan pendidikan seni berbasis nilai yang mengintegrasikan dimensi etika, estetika, dan spiritual.Dengan menempatkan nilai‑nilai budaya sebagai inti praktik artistik, pendidikan dapat menjadi jembatan antara kontinuitas dan perubahan, sehingga kualitas pertunjukan tari dapat dipertahankan dan berkembang secara berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana platform digital seperti TikTok memengaruhi persepsi nilai budaya pada generasi muda dalam konteks tarian tradisional, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau mengurangi keaslian budaya. Selain itu, perlu dikembangkan dan diuji model pendidikan seni berbasis nilai yang mengintegrasikan praktik spiritual, etika, dan teknik dalam lingkungan sanggar di Desa Olehsari, guna menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pertunjukan lintas generasi. Selanjutnya, studi longitudinal selama lima tahun dapat mengevaluasi dampak program residensi budaya intergenerasional terhadap keberlanjutan kualitas pertunjukan tari, menelusuri perubahan persepsi, keterampilan, dan motivasi peserta seiring waktu.

  1. The Transformation of Dance and the Quality of Intergenerational Dance Performance | Terob : Jurnal Pengkajian... doi.org/10.20111/terob.v16i2.103The Transformation of Dance and the Quality of Intergenerational Dance Performance Terob Jurnal Pengkajian doi 10 20111 terob v16i2 103
Read online
File size399.5 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test