UNIPAUNIPA

Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan BiologiSpizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi

Kepiting merupakan kelompok hewan Arthropoda yang berperan penting sebagai detritivor, keystone species dan bioindikator dalam suatu ekosistem pantai. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis, menganalisis keanekaragaman, kelimpahan relatif, keseragaman, dominansi serta peranan kepiting sebagai bioindikator kualitas perairan di Pantai Tambakrejo, Blitar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dan lokasi pengambilan dibagi menjadi tiga stasiun dengan karakteristik substrat yang berbeda. Analisis data menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil sampling diidentifikasi dan dideskripsikan berdasarkan karakter morfologi. Hasil penelitian menemukan total 51 kepiting yang diklasifikasikan dalam 7 spesies kepiting, yakni Grapsus albolineatus, Ozius rugulosus, Metopograpsus thukuhar, Pachygrapsus marmoratus, Leptodius affinis, Ptychognathus barbatus, dan Parasesarma charis. Indeks keanekaragaman kepiting tercatat dalam kategori sedang yakni 1,873 dan indeks keseragaman sebesar 0,962 dalam kategori tinggi yang mengindikasikan penyebaran jumlah individu setiap genus relatif seragam. Kelimpahan relatif tertinggi pada spesies Parasesarma charis dengan nilai 23,53% dan indeks dominansi sebesar 0,164 atau dapat dikatakan bahwa di Pantai Tambakrejo, Blitar tidak ada jenis kepiting yang mendominasi. Pantai dengan karakteristik seperti ini memiliki potensi kualitas air yang baik dan tidak tercemar sehingga dapat mendukung kehidupan biota laut khususnya kepiting, serta berpotensi dalam upaya konservasi melalui pemeliharaan kualitas perairan.

Penelitian menemukan total 51 kepiting yang terbagi dalam 7 spesies dengan indeks keanekaragaman sedang (1,873) dan indeks keseragaman tinggi (0,962), menunjukkan distribusi individu yang relatif seragam.Kelimpahan relatif terbesar terdapat pada Parasesarma charis, sementara indeks dominansi rendah (0,164) menandakan tidak ada spesies yang mendominasi secara signifikan.Hasil ini mengindikasikan kualitas perairan yang baik di Pantai Tambakrejo dan menegaskan potensi kepiting sebagai bioindikator untuk pemantauan lingkungan pantai.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi temporal keanekaragaman kepiting dengan membandingkan data musiman untuk memahami dampak perubahan iklim pada komunitas kepiting di Pantai Tambakrejo; selanjutnya, studi dapat mengkaji korelasi antara parameter kimia air (misalnya kadar nutrien, pH, dan logam berat) dengan indeks keanekaragaman dan dominansi kepiting untuk memperkuat peran kepiting sebagai bioindikator spesifik terhadap kontaminan tertentu; terakhir, penelitian dapat menilai efektivitas program konservasi berbasis kepiting dengan menguji strategi pengelolaan habitat (seperti rehabilitasi substrat dan pengurangan aktivitas manusia) dan dampaknya terhadap stabilitas populasi kepiting serta kualitas perairan secara keseluruhan, sehingga memberikan pedoman praktis untuk pelestarian ekosistem pesisir.

  1. The Potential of Crab Diversity as A Biological Indicator of Water Quality at Tambakrejo Beach, Blitar... doi.org/10.55241/spibio.v7i2.671The Potential of Crab Diversity as A Biological Indicator of Water Quality at Tambakrejo Beach Blitar doi 10 55241 spibio v7i2 671
  2. Keanekaragaman Fitoplankton dan Hubungannya Dengan Kualitas Air di Sungai Aek Pohon Kabupaten Mandailing... doi.org/10.32734/jafs.v1i2.8753Keanekaragaman Fitoplankton dan Hubungannya Dengan Kualitas Air di Sungai Aek Pohon Kabupaten Mandailing doi 10 32734 jafs v1i2 8753
Read online
File size453.75 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test