UNTAG SMDUNTAG SMD

Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Analisis Tingkat Bahaya Erosi DAS Manubar Kabupaten Kutai Timur Menggunakan Metode USLE Dan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Daerah Aliran Sungai (DAS) Manubar terletak di dua wilayah administratif kabupaten sehingga membutuhkan perencanaan pengendalian erosi yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan sebaran spasial tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Manubar mengunakan model Universal Soil Loss Erosion (USLE) dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode USLE digunakan untuk mengestimasi erosi, dengan memperhitungkan faktor ersoivitas hujan (R), erodibiltas tanah (K), manajemen tanaman penutup (C), panjang dan kemiringan slope (LS), dan praktik konservasi (P) yang diolah mengunakan program komputer GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata erosi DAS Manubar sebesar 22,344 ton/ha/tahun dan termasuk kelas TBE rendah. Luas DAS Manubar dengan tingkat bahaya erosi sangat rendah mencapai 86,5% dengan rata-rata erosi 1,64 ton/ha/tahun, kelas rendah 6,6% dangan rata-rata erosi 33,1 ton/ha/tahun, kelas sedang 4,6% dengan rata-rata erosi 104,2 ton/ha/tahun, kelas berat 1,8% dengan rata-rata erosi 276,1 ton/ha/tahun dan kelas sangat berat 0,6% dengan rata-rata erosi 1.556 ton/ha/tahun. dari luas total DAS. Jenis penutupan lahan hutan tanaman, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering bercampur semak terutama yang berada pada jenis tanah podsolik membutuhkan prioritas usaha pengendalian erosi karena termasuk ke dalam kelas TBE sedang hingga berat.

Analisis terhadap tingkat bahaya erosi (TBE) DAS Manubar diperoleh rata-rata erosi sebesar 22,344 ton/ha/tahun, termasuk dalam kelas TBE rendah.Laju erosi tertinggi terdapat pada pada tanah terbuka, yaitu 613 ton/ha/tahun, jenis tanah podsolik sebesar 82,27 ton/ha/tahun dan kelerengan > 40% dengan laju erosi 50,54 ton/ha/tahun.DAS Manubar memiliki kelas TBE dari sangat rendah hingga sangat berat.Persentase kelas sangat rendah mencapai 86,5%, kelas rendah 6,6%, kelas sedang 4,6%, kelas berat 1,8% dan kelas sangat berat 0,6% dari luas total DAS.Skala prioritas penerapan tindakan konservasi DAS Manubar diperoleh pada jenis tanah podsolik dan penutupan lahan terbuka, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering bercampur semak.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya erosi di DAS Manubar, seperti karakteristik tanah, tutupan lahan, dan praktik konservasi yang diterapkan. Selain itu, dapat dilakukan studi tentang dampak erosi terhadap kualitas air dan ekosistem sungai, serta pengembangan model prediksi erosi yang lebih akurat dengan mempertimbangkan variabel-variabel tambahan. Penelitian ini juga dapat diperluas dengan mengkaji strategi pengelolaan DAS yang terpadu dan berkelanjutan, termasuk penerapan praktik konservasi yang efektif untuk mengurangi dampak erosi.

  1. Vol 21, No 1 (2022). https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/312Vol 21 No 1 2022 https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis ejurnal untag smd ac index php AG issue view 312
  2. Vol 24, No 1 (2025). https agrifor v24i1 table contents articles evaluasi status kesuburan tanah areal... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/449Vol 24 No 1 2025 https agrifor v24i1 table contents articles evaluasi status kesuburan tanah areal ejurnal untag smd ac index php AG issue view 449
  3. PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER | Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian... doi.org/10.29303/jrpb.v8i1.122PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian doi 10 29303 jrpb v8i1 122
Read online
File size969.64 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test