UINSAIDUINSAID

Journal of Finance and Islamic BankingJournal of Finance and Islamic Banking

Kebijakan green banking sangat penting dalam menyesuaikan praktik perbankan dengan keberlanjutan lingkungan dan mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, implementasi kebijakan ini, khususnya di institusi perbankan Islam di Indonesia, masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini memeriksa implementasi kebijakan green banking di Bank Syariah Indonesia di Purwokerto dan menilai persepsi pelanggan terhadap kebijakan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan metode penelitian lapangan, data dikumpulkan dari karyawan Bank Syariah Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kelompok Ternak Ngudi Dadi, pelanggan, dan UMKM di Banyumas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi melalui metode Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia telah menerapkan green banking melalui pendekatan Defensive, Preventive, Offensive, dan Sustainable Banking. Selain itu, penerapan kerangka Green Coin Rating (GCR), termasuk pengurangan emisi karbon, penghargaan hijau, inisiatif bangunan hijau, praktik daur ulang, operasi tanpa kertas, dan investasi hijau, berkontribusi dalam pencapaian SDGs. Temuan ini mengisi kesenjangan penelitian dan menekankan kontribusi kebijakan terhadap keberlanjutan dan keterlibatan pelanggan.

Berdasarkan diskusi yang dijelaskan di atas, diketahui bahwa Bank Syariah Indonesia dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.Purwokerto telah menerapkan kebijakan green banking, menggunakan dua konsep, yaitu bagaimana pengembangan fisik yang ramah lingkungan dan pembiayaan terkait UMKM sehingga kebijakan ini sangat mendukung Program Sustainable Development Goals (SDGs) karena merupakan prioritas pengembangan nasional yang membutuhkan sinergi kebijakan perencanaan di tingkat nasional dan provinsi serta tingkat kabupaten/kota.Sementara itu, beberapa tahap dalam green banking juga telah diterapkan dengan baik, termasuk Defensive Banking, Preventive Banking, Offensive Banking, dan Sustainable Banking.Sementara itu, kinerja dalam menentukan Green Banking yang terkandung dalam konsep Green Coin Rating (GCR) yang mencakup Carbon Emissions, Green rewards, Green Building, Reuse/Recycle/Refurbish, Paper Work atau Paperless, dan Green Investment adalah kewajiban yang telah dilaksanakan oleh Bank Syariah Indonesia.Bank Syariah Indonesia Purwokerto adalah kewajiban nasional baik dari kantor pusat maupun kantor cabang yang terkandung dalam Laporan Berkelanjutan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.Penelitian ini bermanfaat untuk kebijakan Green Banking yang telah diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Tbk.Green banking memberikan manfaat positif bagi masyarakat.Namun, beberapa kebijakan selain yang terkandung dalam Green Coin Rating (GCR) termasuk BSI Assisted Village di Ngudi Dadi Goat Farmers, yang dapat ditambahkan ke BSI Assisted Village berikutnya dan untuk pembiayaan bagi UMKM yang secara khusus memperhatikan lingkungan harus mendapatkan perhatian khusus atau memiliki platform khusus yang tidak digabungkan dengan pembiayaan biasa.BSI Purwokerto akan mendistribusikan pembiayaan dengan mempertimbangkan aspek AMDAL.Harapan responden bukan hanya Peternak Kambing yang dapat memanfaatkan kebijakan Green Banking yang dikoordinasikan oleh BSI Masalahat tetapi juga UMKM lainnya di wilayah Purwokerto, seperti UKM Getuk Goreng, UKM Bengkuang di area Sumbang, Peternak Ikan di Beji, dan Aktivis Bank Sampah di Wilayah Purwokerto sehingga manfaat yang diterima oleh masyarakat akan lebih tersebar merata.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan studi yang menyelidiki dampak kebijakan green banking pada kinerja keuangan bank secara lebih mendalam, terutama dalam hal profitabilitas dan efisiensi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan green banking dapat meningkatkan kinerja keuangan bank dan mengidentifikasi strategi terbaik untuk mencapai keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan kinerja keuangan.. . 2. Melakukan penelitian komparatif antara bank konvensional dan bank syariah dalam hal implementasi green banking. Studi ini dapat menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan green banking antara kedua jenis bank, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh bank syariah untuk meningkatkan kontribusinya terhadap SDGs.. . 3. Meneliti dampak kebijakan green banking pada masyarakat dan lingkungan secara lebih luas. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan green banking dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan mendukung konservasi lingkungan. Selain itu, studi ini juga dapat menganalisis dampak kebijakan green banking pada kualitas udara, pengelolaan sampah, dan konservasi sumber daya alam.

  1. Environmental Policy Affecting the Development of Green Banking and Green Economy: A Case Study in Vietnam... rgsa.openaccesspublications.org/rgsa/article/view/3509Environmental Policy Affecting the Development of Green Banking and Green Economy A Case Study in Vietnam rgsa openaccesspublications rgsa article view 3509
  2. Enhancing Green Banking Practices to Support Sustainable Development Goals: A Case Study of Bank Syariah... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/jfib/article/view/10017Enhancing Green Banking Practices to Support Sustainable Development Goals A Case Study of Bank Syariah ejournal uinsaid ac index php jfib article view 10017
Read online
File size266.15 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test