POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Periode pra-nikah erat kaitannya dengan periode pra-konsepsi karena setelah menikah, wanita akan menjalani aktivitas fertilisasi. Masuk ke periode pra-konsepsi berarti mempersiapkan diri untuk menjadi ibu. Perencanaan kehamilan penting untuk memotivasi perubahan perilaku sebelum dan selama kehamilan. Menurut WHO, 4 dari 10 wanita hamil tidak merencanakan kehamilan mereka. Survei Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2019 melaporkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup dan prevalensi anemia sebesar 48,9% pada wanita hamil. Masalah ini menunjukkan kebutuhan calon pengantin untuk merencanakan kehamilan sebelum menikah. Namun, kesadaran akan perawatan pra-konsepsi masih rendah, dengan sebagian besar perawatan dimulai hanya sebelum persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara status gizi pra-nikah dan perencanaan kehamilan. Studi kuantitatif cross-sectional dilakukan pada 150 calon pengantin yang mengunjungi puskesmas di Kabupaten Kendal, menggunakan sampling accidental. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat hemoglobin dan perencanaan kehamilan (p = 0,005), tetapi tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan perencanaan kehamilan. Studi ini menyimpulkan bahwa meningkatkan pendidikan tentang status gizi pra-konsepsi untuk calon pengantin sangat penting untuk meningkatkan kesiapan dan hasil kehamilan.

Tidak ada hubungan antara karakteristik dan perencanaan kehamilan, dan tidak ada hubungan antara IMT, LILA, dan perencanaan kehamilan.Ada hubungan antara tingkat hemoglobin dan perencanaan kehamilan.Pemeriksaan anemia perlu dilakukan sebelum calon pengantin mendaftar di kantor kecamatan atau kantor urusan agama.Bantuan yang lebih intensif perlu diberikan kepada calon pengantin dan calon pengantin pria yang berisiko dalam persiapan konsepsi.

Untuk meningkatkan kesadaran dan praktik perencanaan kehamilan yang baik, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif. Strategi ini dapat mencakup kampanye pendidikan publik yang ditargetkan, terutama bagi pasangan yang akan menikah, untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perencanaan kehamilan dan status gizi pra-konsepsi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk melibatkan pasangan muda dalam kegiatan pra-konsepsi, seperti program pendidikan kesehatan yang interaktif dan menarik. Penelitian juga dapat menyelidiki peran teknologi dalam meningkatkan akses dan partisipasi dalam perawatan pra-konsepsi, seperti aplikasi seluler atau platform online yang menyediakan informasi dan dukungan untuk perencanaan kehamilan. Dengan menggabungkan strategi intervensi yang efektif dan memanfaatkan teknologi, penelitian ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesiapan dan hasil kehamilan, serta mengurangi angka kematian ibu dan masalah kesehatan terkait.

  1. Correlation between Premarital Nutritional Status and Pregnancy Planning for Prospective Brides | Jurnal... ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIK/article/view/4811Correlation between Premarital Nutritional Status and Pregnancy Planning for Prospective Brides Jurnal ejournal poltekkes denpasar ac index php JIK article view 4811
  2. London Measure of Unplanned Pregnancy: guidance for its use as an outc | PROM | Dove Medical Press. london... doi.org/10.2147/PROM.S122420London Measure of Unplanned Pregnancy guidance for its use as an outc PROM Dove Medical Press london doi 10 2147 PROM S122420
Read online
File size371.82 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test