FIKES UMWFIKES UMW

Miracle Journal of Public HealthMiracle Journal of Public Health

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa kejadian penyakit hipertensi terus meningkat. Ada banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada seseorang, salah satunya adalah faktor geografis yakni wilayah pesisir pantai memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan wilayah pegunungan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik individu dengan kejadian hipertensi pada wilayah pegunungan dan wilayah pesisir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan populasi semua masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kandai (Pegunungan) dan Puskesmas Abeli (Pesisir) serta sampel sebanyak 75 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia, kejadian hipertensi paling banyak pada usia 45‑54 tahun di daerah pegunungan dan pada usia 20‑44 tahun di daerah pesisir; berdasarkan jenis kelamin, kejadian hipertensi paling tinggi pada perempuan; berdasarkan kebiasaan merokok, mayoritas penderita hipertensi memiliki kebiasaan merokok cukup; berdasarkan konsumsi garam, kejadian hipertensi lebih tinggi pada masyarakat pesisir dibandingkan pegunungan; dan berdasarkan konsumsi alkohol, kejadian hipertensi lebih tinggi pada masyarakat pegunungan dibandingkan pesisir.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah pegunungan dan pesisir Kota Kendari paling tinggi pada kelompok usia 45‑54 tahun dan 20‑44 tahun masing‑masing.Faktor jenis kelamin juga berpengaruh, dengan perempuan menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan laki‑laki.Selain itu, kebiasaan merokok, konsumsi garam, dan konsumsi alkohol berkontribusi terhadap perbedaan kejadian hipertensi antara wilayah pegunungan dan pesisir.

Penelitian lanjutan sebaiknya meneliti interaksi antara suhu lingkungan (misalnya suhu lebih dingin di daerah pegunungan versus suhu lebih hangat di daerah pesisir) dengan prevalensi hipertensi, dengan mengikuti perubahan suhu sepanjang tahun untuk melihat pengaruhnya secara longitudinal. Selain itu, diperlukan studi terperinci mengenai pola konsumsi garam khususnya pada masyarakat pesisir, seperti penggunaan ikan asin dan bumbu lokal, guna menentukan kontribusi spesifik asupan natrium terhadap tekanan darah. Selanjutnya, disarankan dilakukan uji coba intervensi berhenti merokok yang terfokus pada perempuan usia produktif, untuk menilai apakah pengurangan kebiasaan merokok dapat menurunkan angka kejadian hipertensi secara signifikan. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor risiko geografis dan perilaku, serta mendukung kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size200.27 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test