STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA

Jurnal Abdimas Prakasa DakaraJurnal Abdimas Prakasa Dakara

Pertanian berkelanjutan merupakan pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, namun sektor ini menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, regenerasi petani, keterbatasan teknologi, dan lemahnya kelembagaan petani. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, khususnya Komisi B, agar mampu merespons tantangan pembangunan pertanian melalui peningkatan kapasitas legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Metode yang digunakan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) selama tiga hari dengan pendekatan diskusi tematik, presentasi narasumber ahli, dan sesi reflektif ESQ yang melibatkan 108 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anggota DPRD terhadap konsep pertanian berkelanjutan, pentingnya kolaborasi multipihak, serta urgensi kebijakan berbasis data untuk perlindungan dan pemberdayaan petani. Kesimpulannya, peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan dan kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam mendorong kebijakan pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Bimbingan Teknis (Bimtek) ini berhasil meningkatkan kapasitas anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, khususnya Komisi B, dalam memahami isu-isu strategis pembangunan pertanian berkelanjutan, termasuk tantangan alih fungsi lahan, regenerasi petani, dan kelembagaan.Peningkatan kapasitas ini mendorong keterlibatan aktif DPRD dalam perumusan kebijakan, penyusunan raperda, dan pengawasan anggaran yang berpihak pada petani dan keberlanjutan sektor pertanian.Untuk memastikan keberlanjutan program, disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dengan cakupan topik yang diperluas dan didukung oleh kolaborasi strategis antara DPRD, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas petani.

Melihat upaya peningkatan kapasitas anggota DPRD dalam mengawal pertanian berkelanjutan, riset lanjutan dapat berfokus pada evaluasi dampak nyata dari program pemberdayaan ini terhadap kualitas dan implementasi kebijakan pertanian di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bisa mengukur sejauh mana peningkatan pemahaman legislatif tercermin dalam regulasi yang lebih efektif dan alokasi anggaran yang benar-benar berpihak pada petani, serta dampaknya terhadap tantangan seperti alih fungsi lahan dan regenerasi petani. Selain itu, mengingat diskusi tentang perlunya digitalisasi pertanian, sebuah studi mendalam bisa mengeksplorasi potensi dan hambatan penerapan teknologi digital dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi rantai pasok pangan di kalangan petani lokal. Hal ini termasuk analisis tentang kesiapan petani, infrastruktur pendukung, dan model bisnis yang paling sesuai untuk adopsi teknologi. Terakhir, dengan adanya model inovatif seperti wakaf sawah terintegrasi, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis keberhasilan dan tantangan model ini dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai wilayah. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan kegagalan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mendorong replikasi model serupa di tingkat nasional, sehingga tercipta ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. Fokus pada riset-riset ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas intervensi dan arah pengembangan pertanian di masa mendatang.

  1. Strategi Digital Marketing dalam Perdagangan Hasil Tani untuk Meningkatkan Pendapatan Kabupaten Karawang... ejournal.uigm.ac.id/index.php/EGMK/article/view/838Strategi Digital Marketing dalam Perdagangan Hasil Tani untuk Meningkatkan Pendapatan Kabupaten Karawang ejournal uigm ac index php EGMK article view 838
Read online
File size297.72 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test