PRINPRIN

JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATANJURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN

Kehamilan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan janin yang terjadi di dalam uterus sejak terjadinya konsepsi sampai permulaan persalinan. Pada trimester I biasanya ibu mengalami mual dan muntah dimulai pada sekitar 8 minggu dan berakhir 12 minggu. Emesis gravidarum adalah mual muntah yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan frekuensi mual muntah terjadi kurang lebih 5 kali sehari yaitu terjadi pada trimester 1 kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Tingkat Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I. Desain penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra experimental dengan pendekatan one grup pretest & postest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I Di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati, Populasi yang digunakan berjumlah 30 ibu hamil trimester I. Jumlah sampel ibu hamil yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi hasilnya akan di analisis menggunakan metode uji Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar frekuensi emesis gravidarum sebelum diberikan intervensi music klasik Mozart dalam kategori sedang sebanyak 16 responden (53,3%). Sebagian besar frekuensi emesis gravidarum setelah diberikan intervensi music klasik Mozart dalam kategori ringan sebanyak 20 responden (66,7%) dan hampir sebagian adalah sedang sebanyak 10 responden (33,3%). Analisa data menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart didapat nilai p value 0,0001 < α 0,05 yang artinya musik klasik mozart berpengaruh terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati.

Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar frekuensi emesis gravidarum sebelum diberikan intervensi musik klasik Mozart berada dalam kategori sedang (16 responden, 53,3%).Sebagian besar frekuensi emesis gravidarum setelah intervensi musik klasik Mozart berada dalam kategori ringan (20 responden, 66,7%) dengan sisanya masih dalam kategori sedang (10 responden, 33,3%).Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,0001 < 0,05), sehingga terapi musik klasik Mozart berpengaruh dalam menurunkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas terapi musik klasik Mozart dengan intervensi non‑farmakologis lain, seperti aromaterapi atau teknik relaksasi terarah, untuk mengetahui pendekatan mana yang paling optimal dalam menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Selain itu, perlu dilakukan uji coba terkontrol berkelompok dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa puskesmas di daerah berbeda, guna menilai generalisasi temuan serta mengurangi bias yang mungkin timbul akibat desain satu grup pra‑test/post‑test. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dosis optimal musik (durasi, frekuensi, dan pilihan komposisi Mozart) serta mengidentifikasi faktor individu (misalnya tingkat stres, dukungan sosial, atau kondisi medis) yang memoderasi respons terapi musik, sehingga protokol terapi dapat disesuaikan secara personal untuk meningkatkan hasil klinis.

Read online
File size503.96 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test