PRINPRIN

JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATANJURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh paparan konten video berdurasi pendek terhadap kinerja memori jangka pendek pada siswa di Yayasan Irtiqo Kebajikan. Metode eksperimental dengan desain dua kelompok diterapkan, dimana kelompok eksperimen menonton video berdurasi pendek selama 180 detik dan kelompok kontrol tidak diberikan paparan video sebelum tes memori. Sebanyak 40 siswa dipilih secara acak. Memori jangka pendek diukur menggunakan ME Test, subtest dari Intelligenz Struktur Test (IST), yang menilai kemampuan mengingat rangkaian kata. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05), dengan kelompok eksperimen menunjukkan skor memori jangka pendek yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan konten video berdurasi pendek dapat berdampak negatif pada kemampuan individu menyimpan dan memproses informasi dalam memori jangka pendek, menekankan pentingnya mengatur konsumsi media digital di kalangan anak-anak dan remaja.

Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan video berdurasi pendek secara signifikan menurunkan kemampuan memori jangka pendek siswa sekolah menengah pertama di Yayasan Irtiqo Kebajikan.Karakteristik video tersebut yang cepat, singkat, dan kaya rangsangan visual dapat meningkatkan beban kognitif serta mengganggu proses atensi dan enkoding informasi.Dengan demikian, temuan ini memperkuat pentingnya mengelola penggunaan media digital untuk melindungi fungsi kognitif remaja.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efek jangka panjang paparan rutin video berdurasi pendek terhadap memori jangka pendek dan memori jangka panjang pada remaja, dengan menggunakan desain longitudinal yang melacak perubahan kognitif selama enam hingga dua belas bulan serta mengontrol faktor usia dan tingkat pendidikan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana perbedaan individu—seperti kemampuan atensi dasar, intensitas penggunaan media digital, motivasi belajar, serta kondisi emosional—memoderasi hubungan antara paparan video dan kinerja memori, sehingga dapat diidentifikasi faktor pelindung atau risiko yang spesifik. Studi komparatif antara konten video edukatif dan hiburan juga perlu dilakukan, dengan mengukur dampaknya melalui tes neurokognitif, rekaman aktivitas otak, dan indikator fisiologis seperti detak jantung, untuk menentukan apakah jenis konten menghasilkan beban kognitif yang berbeda serta memengaruhi proses enkoding dan retensi informasi secara signifikan. Temuan dari penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih terarah bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi penggunaan media digital yang tidak hanya meningkatkan literasi digital tetapi juga melindungi kesehatan kognitif remaja.

  1. The Influence of Short-Duration Video Content on Short-Term Memory in Junior High School Students: (A... doi.org/10.55606/jurrikes.v3i2.8145The Influence of Short Duration Video Content on Short Term Memory in Junior High School Students A doi 10 55606 jurrikes v3i2 8145
  2. The Question of Ethical Review for Psychological Research in Indonesia: Need and Importance [Menyoal... doi.org/10.24123/aipj.v36i2.4059The Question of Ethical Review for Psychological Research in Indonesia Need and Importance Menyoal doi 10 24123 aipj v36i2 4059
  3. Cognitive control in media multitaskers | PNAS. cognitive control multitaskers pnas contents abstract... pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.0903620106Cognitive control in media multitaskers PNAS cognitive control multitaskers pnas contents abstract pnas doi full 10 1073 pnas 0903620106
Read online
File size4.12 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test