IIESECOREIIESECORE
EDUCATIONEEDUCATIONEKompetisi antar lembaga pendidikan pada era digital menuntut madrasah untuk menyampaikan nilai institusional, pencapaian, dan layanan melalui media yang mudah diakses, visual, dan interaktif. MTs Negeri 1 Palembang telah memanfaatkan Instagram sebagai platform promosi sekolah, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala manajerial terkait sumber daya manusia, alokasi waktu, dan konsistensi konten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan promosi sekolah berbasis Instagram di MTs Negeri 1 Palembang serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang dihadapi tim hubungan masyarakat. Metode studi kasus kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara semi‑terstruktur dengan informan kunci (Deputi Kepala Madrasah bidang Hubungan Masyarakat dan administrator Instagram), serta dokumentasi konten Instagram sekolah, keterangan, komentar, materi promosi, dan arsip kegiatan. Analisis data dilakukan dengan konsolidasi, penampilan, dan penarikan kesimpulan, serta memperkuat kredibilitas melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan menunjukkan bahwa promosi Instagram dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen hubungan masyarakat: koordinasi, motivasi, komunikasi, dan arahan. Koordinasi memastikan ketersediaan informasi dan dokumentasi kegiatan; motivasi mendukung keberlanjutan meski dengan keterbatasan staf dan waktu; komunikasi menghubungkan aliran informasi internal dengan interaksi publik; dan arahan menjaga bahasa yang tepat, pemilihan konten, serta citra institusi. Hambatan utama meliputi tidak adanya tim media sosial khusus, penjadwalan unggahan yang terbatas, dan evaluasi kinerja yang lemah. Penelitian menyimpulkan bahwa promosi berbasis Instagram harus dikelola sebagai sistem hubungan masyarakat institusional, bukan sekadar aktivitas posting, melalui distribusi peran yang lebih jelas, tata kelola konten, kalender unggahan, dan evaluasi keterlibatan.
Penelitian menunjukkan bahwa promosi sekolah berbasis Instagram di MTs Negeri 1 Palembang dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen hubungan masyarakat, yaitu koordinasi, motivasi, komunikasi, dan arahan, yang masing‑masing memastikan ketersediaan dokumentasi, keberlanjutan kegiatan, aliran informasi internal‑eksternal, serta kualitas dan citra institusi.Kendala utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, waktu, kurangnya perencanaan konten sistematis, dan evaluasi kinerja yang lemah, sementara respons sekolah berupa pembagian tugas, peningkatan koordinasi, penjadwalan unggahan, dan interaksi publik perlu diperkokoh dengan sistem hubungan masyarakat digital yang lebih terstruktur.Kontribusi utama studi ini menekankan perlunya pengelolaan promosi Instagram sebagai proses institusional hubungan masyarakat yang mencakup distribusi peran, tata kelola konten, kalender konten, protokol respons, dan evaluasi keterlibatan, serta membuka peluang penelitian lanjutan untuk membandingkan praktik antar madrasah atau mengkaji hubungan antara keterlibatan Instagram dan minat calon siswa dengan desain campuran.
Penelitian lanjutan dapat membandingkan implementasi promosi berbasis Instagram di berbagai madrasah untuk mengidentifikasi variasi praktik, faktor pendukung, dan dampaknya terhadap citra institusi, sehingga menghasilkan model umum yang dapat diadaptasi secara luas; selanjutnya, studi campuran kuantitatif‑kualitatif dapat mengkaji hubungan antara metrik keterlibatan Instagram (seperti likes, komentar, dan reach) dengan keputusan calon siswa dalam memilih madrasah, guna memahami sejauh mana media sosial memengaruhi perilaku pemilihan pendidikan; terakhir, pengembangan kerangka kerja hubungan masyarakat digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk penjadwalan konten otomatis, analisis sentimen, dan evaluasi performa dapat diuji secara eksperimental di lingkungan madrasah, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan efektivitas promosi serta memberikan panduan praktis bagi pengelola media sosial institusional.
- Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Melalui Media Sosial Instagram sebagai Sarana Promosi di Sekolah... doi.org/10.54082/jupin.153Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Melalui Media Sosial Instagram sebagai Sarana Promosi di Sekolah doi 10 54082 jupin 153
- Peran Hubungan Masyarakat Sekolah Dalam Pengelolaan Media Sosial Untuk Meningkatkan Informasi Pendidikan... doi.org/10.61104/qb.v2i2.595Peran Hubungan Masyarakat Sekolah Dalam Pengelolaan Media Sosial Untuk Meningkatkan Informasi Pendidikan doi 10 61104 qb v2i2 595
- Peningkatan Kualitas Instagram Sekolah untuk Menambah Engagement di Akun Instagram SMA Cita Hati School... doi.org/10.51169/ideguru.v10i1.1267Peningkatan Kualitas Instagram Sekolah untuk Menambah Engagement di Akun Instagram SMA Cita Hati School doi 10 51169 ideguru v10i1 1267
| File size | 186.26 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IIESECOREIIESECORE Berbeda dengan modul e-umum, produk ini dirancang untuk praktik fisik yang sensitif terhadap gangguan. siswa dapat memindai kode, menonton demonstrasiBerbeda dengan modul e-umum, produk ini dirancang untuk praktik fisik yang sensitif terhadap gangguan. siswa dapat memindai kode, menonton demonstrasi
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Hasil pengujian sistem pada empat responden dari setiap divisi menunjukkan skor 0,47, yang dianggap baik. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu memfasilitasiHasil pengujian sistem pada empat responden dari setiap divisi menunjukkan skor 0,47, yang dianggap baik. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu memfasilitasi
IIESECOREIIESECORE Faktor-faktor lain seperti intensitas penggunaan Facebook, perbandingan sosial, kesepian, kecemasan sosial, dan validasi digital mungkin juga berkontribusiFaktor-faktor lain seperti intensitas penggunaan Facebook, perbandingan sosial, kesepian, kecemasan sosial, dan validasi digital mungkin juga berkontribusi
PNLPNL Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Langsa yang mengalami buta aksara. Potensi yang dimiliki adalah memberikan pengetahuan kepada wargaSumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Langsa yang mengalami buta aksara. Potensi yang dimiliki adalah memberikan pengetahuan kepada warga
USUUSU Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu diversifikasi penghidupan, ketahanan pendapatan, akses terhadap modal, dan jaringan ekonomi lokal. HasilAnalisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu diversifikasi penghidupan, ketahanan pendapatan, akses terhadap modal, dan jaringan ekonomi lokal. Hasil
STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan penguatan kompetensi guru pengabdian pondok pesantren sebesar 100%. Penguatan tersebutBerdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan penguatan kompetensi guru pengabdian pondok pesantren sebesar 100%. Penguatan tersebut
UNIVEDUNIVED 2. Evaluasi Sumatif: a. Program ini membantu masyarakat dibidang kesehatan. Keberhasilan Program BPJS gratis ini sudah cukup berhasil karena banyak masyarakat2. Evaluasi Sumatif: a. Program ini membantu masyarakat dibidang kesehatan. Keberhasilan Program BPJS gratis ini sudah cukup berhasil karena banyak masyarakat
PCIJOURNALPCIJOURNAL Perbedaan ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi penyedia layanan kesehatan agar tidak ada perbedaan tingkat kepuasan pasien. Setiap pasien berhakPerbedaan ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi penyedia layanan kesehatan agar tidak ada perbedaan tingkat kepuasan pasien. Setiap pasien berhak
Useful /
IIESECOREIIESECORE Secara keseluruhan, intervensi pemodelan simbolik memperkuat rasa percaya diri, ketekunan, inisiatif, dan keberanian mengambil risiko, sehingga mendukungSecara keseluruhan, intervensi pemodelan simbolik memperkuat rasa percaya diri, ketekunan, inisiatif, dan keberanian mengambil risiko, sehingga mendukung
USUUSU Evaluasi berkala serta kombinasi pendekatan kreatif dan pembentukan karakter nasionalisme pada generasi muda diperlukan untuk memperkuat identitas nasionalEvaluasi berkala serta kombinasi pendekatan kreatif dan pembentukan karakter nasionalisme pada generasi muda diperlukan untuk memperkuat identitas nasional
USUUSU Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan energi terbarukan tentu mempunyai kendala antara lain lemahnya penguasaan teknologi eksplorasi sumber dayaKesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan energi terbarukan tentu mempunyai kendala antara lain lemahnya penguasaan teknologi eksplorasi sumber daya
USUUSU Program-program ini selaras dengan konsep Negara Kesejahteraan, khususnya dalam prinsip perlindungan, meskipun Indonesia tidak secara formal menganut pahamProgram-program ini selaras dengan konsep Negara Kesejahteraan, khususnya dalam prinsip perlindungan, meskipun Indonesia tidak secara formal menganut paham