STTIASTTIA

SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenSKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Umumnya, Teologi Sistematika tidak terhindarkan untuk mengangkat topik Kristologi dan Angelologi. Mayoritas Teolog Teologi Sistematika sepakat bahwa Malakh YHWH merujuk kepada eksistensi pra-inkarnasi Yesus. Sayangnya tidak ada argumentasi alkitabiah mengapa Yesus diasosiasikan sebagai Malakh YHWH di PL. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif, studi pustaka dengan pendekatan intertekstual. Melalui artikel ini, Peneliti menandaskan bahwa natur Malakh YHWH dideskripsikan oleh PL bahwa Ia adalah Allah yang dilayani oleh tokoh-tokoh yang pernah terlibat dengan-Nya. Kehadiran Malakh YHWH membuktikan pluralitas Pribadi di dalam diri Allah sehingga dapat dipahami Trinitas sudah diajarkan PL. Bapa-bapa Gereja memahami frasa Malakh pada Yesus tidak diartikan secara ontologis melainkan secara fungsional. Motif Markus dalam mengutip Maleakhi 3:1 di prolognya hendak menyingkapkan kepada pembaca Injilnya bahwa Malakh YHWH yang dijanjikan tergenapi melalui kedatangan Yesus di sungai Yordan. Jadi, dasar biblika pengasosiasian Yesus sebagai Malakh YHWH adalah Markus yang mengutip langsung Maleakhi 3:1.

Istilah malaikat tidak dapat digeneralisir dipahami secara ontologis yang merujuk kepada mahkluk roh yang mengabdi kepada Allah.Pengertian malaikat seharusnya dapat dipahami juga secara fungsional yang dapat disematkan pada siapapun, termasuk Allah, tergantung pada konteksnya.Potret Malakh YHWH di Perjanjian Lama mendeskripsikan bahwasanya Dia adalah Allah sekaligus menyingkapkan kejamakan Pribadi di dalam diri-Nya.1 memuat echo atau gema keberadaan Malakh YHWH ini dengan nama lain di Perjanjian Lama.Ketika membaca title Malaikat Perjanjian, Maleakhi mengingatkan secara sekilas kepada pembaca kitabnya bahwa Malaikat Perjanjian (dibaca.Utusan) adalah Malakh YHWH yang selalu mengikat kovenan dengan setiap orang-orang untuk terlibat dalam pekerjaan besar yang Allah rancang.Melalui prolog Injil Markus, Ia bersaksi tentang Yesus adalah Malakh YHWH yang sudah dijanjikan oleh Allah, kedatangan-Nya disambut dan dipersiapkan oleh Utusan yang khusus.Dengan kata lain, pra-inkarnasi Yesus sudah diberitakan oleh Perjanjian Lama sebagai Malakh YHWH.Jadi, bisa dipahami klaim potret pra-inkarnasi Kristus di PL merujuk pada Allah yang ber-teofani berupa Malakh YHWH telah diverifikasi oleh Markus yang mengutip langsung Maleakhi 3.1 sebagai prolog kesaksian Injil tentang Yesus.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih mendalam tentang konsep Malakh YHWH dalam Perjanjian Lama dan bagaimana hal ini berkaitan dengan doktrin Trinitas. Penelitian ini dapat fokus pada analisis teks-teks Alkitab yang berkaitan dengan Malakh YHWH dan bagaimana pemahaman ini berkembang dalam tradisi Kristen.. . 2. Meneliti lebih lanjut tentang peran Yohanes Pembaptis sebagai Utusan yang mempersiapkan jalan bagi Yesus. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana Yohanes Pembaptis dipandang sebagai figur penting dalam tradisi Kristen dan bagaimana ia terkait dengan konsep Malakh YHWH.. . 3. Menganalisis lebih lanjut tentang penggunaan Maleakhi 3:1 dalam Injil Markus dan bagaimana hal ini berkaitan dengan penggenapan janji-janji Allah dalam Perjanjian Lama. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana Markus menggunakan kutipan-kutipan Alkitab untuk memperkuat kesaksiannya tentang Yesus dan bagaimana hal ini berkaitan dengan pemahaman teologis tentang Kristus.

Read online
File size437.71 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test