UKINSTITUTEUKINSTITUTE

Nusantara Journal of Behavioral and Social ScienceNusantara Journal of Behavioral and Social Science

Penelitian mengenai kekerasan psikologis di tempat kerja umumnya berfokus pada munculnya gangguan-gangguan tertentu, dan lebih jarang menempatkannya dalam kerangka nosografis yang lebih luas. Studi ini, yang menelaah pengalaman kekerasan psikologis di tempat kerja, mengkaji gangguan reaktif yang terkait dengan kekerasan tersebut, faktor-faktor risiko psikososial yang terlibat, serta proses psikologis yang mendasarinya. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif studi multi-kasus yang dilengkapi dengan asesmen diagnostik klinis, data dikumpulkan melalui versi bahasa Prancis dari Leymann Inventory of Psychological Terror (LIPT), Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI), serta panduan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kekerasan psikologis di tempat kerja dengan gangguan kecemasan reaktif, gangguan suasana hati, dan gejala stres peritraumatik. Gangguan-gangguan ini berkaitan dengan pengalaman perpisahan, konflik profesional antarindividu, masalah stres terkait pekerjaan, serta ancaman verbal. Proses psikologis yang terlibat meliputi kerentanan yang berkaitan dengan persepsi negatif terhadap lingkungan kerja, ingatan autobiografis yang sarat kecemasan, serta pengalaman ulang intrusif terhadap kekerasan di tempat kerja. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan menempatkan kekerasan psikologis di tempat kerja dalam kerangka nosografis gangguan reaktif yang lebih luas, alih-alih berfokus pada diagnosis yang terisolasi. Namun, ukuran sampel yang kecil dan desain studi kasus membatasi generalisasi temuan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pembentukan unit pendengaran dan dukungan psikologis yang independen dan bersifat rahasia untuk membantu para pekerja.

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman psikologis kekerasan di tempat kerja dengan mengkaji profil klinis, faktor risiko psikososial, dan proses psikologis yang mendasari.Temuan menunjukkan bahwa paparan kekerasan psikologis di tempat kerja terkait dengan gangguan reaktif, khususnya gangguan kecemasan dan suasana hati, dalam konteks kumulatif dari kerentanan.Untuk mengatasi masalah ini, kami merekomendasikan pembentukan unit dukungan psikologis independen di institusi pendidikan, dengan memastikan kerahasiaan, perlindungan dari pembalasan, dan jalur rujukan klinis yang terstruktur.Inisiatif ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan kesehatan mental tempat kerja yang lebih luas di tingkat institusi dan kementerian.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan sampel yang lebih besar dan beragam, serta menggunakan desain penelitian yang lebih kuat untuk menguji hubungan kausal antara kekerasan psikologis di tempat kerja dan gangguan reaktif. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan dan implementasi intervensi psikologis yang efektif untuk membantu pekerja yang mengalami kekerasan psikologis di tempat kerja, serta mengeksplorasi strategi pencegahan dan intervensi untuk mengurangi kekerasan psikologis di tempat kerja.

  1. Psychological Violence in the Workplace and the Emergence of Reactive Disorders | Nusantara Journal of... ukinstitute.org/journals/4/njbss/article/view/146Psychological Violence in the Workplace and the Emergence of Reactive Disorders Nusantara Journal of ukinstitute journals 4 njbss article view 146
Read online
File size218.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test