MATANAUNIVERSITYMATANAUNIVERSITY

MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah PenelitianMARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian

Tempat wudu memiliki peran penting dalam kehidupan umat muslim. Ruang berwudu tidak hanya berfungsi sebagai tempat persiapan untuk ibadah, tetapi juga sebagai manifestasi salah satu nilai-nilai Islam, yaitu keberlanjutan. Oleh karena itu, menjadi penting untuk memahami penggunaan ruang yang ergonomis pada desain tempat wudu Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe. Tujuan utama studi ini adalah untuk menganalisis faktor fisik-internal yang mempengaruhi desain tempat wudu berdasarkan perspektif teori ergonomi ruang agar tempat wudu dapat digunakan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pengolahan data secara kualitatif. Hasil studi kasus menunjukkan terdapat beberapa tipologi ruang berwudu yang mempengaruhi kenyamanan pengguna dari segi ergonomis, serta adanya kemubaziran air dan ruang koridor sirkulasi yang menjadi tantangan bagi keberlanjutan tempat wudu. Makalah ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pedoman tata ruang tempat wudu yang berkelanjutan serta memberikan arahan bagi arsitek, perancang, dan pengembang dalam menciptakan tempat wudu ergonomis yang menggabungkan nilai-nilai arsitektur Islam dengan prinsip keberlanjutan yang kuat.

Desain tempat wudu pada Masjid Islamic Center Lhokseumawe secara umum telah memenuhi kebutuhan ergonomis dan fungsional, namun terdapat kelemahan pada ketinggian keran di beberapa titik, jarak antar keran yang terlalu sempit pada sudut ruangan, serta area drainase dan aksesibilitas yang perlu diperbaiki.Renovasi lantai dengan keramik bertekstur telah meningkatkan keamanan dengan mengurangi risiko licin, dan perbaikan lebih lanjut akan meningkatkan kenyamanan serta efisiensi penggunaan ruang wudu bagi semua pengguna.Selain itu, diperlukan studi lanjutan untuk mengoptimalkan tata ruang wudu serta aspek non‑fisik seperti kebersihan, keamanan, dan pemanfaatan kembali air limbah (grey water).

Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada identifikasi tata ruang optimal untuk area wudu dengan mempertimbangkan kebutuhan gender, alur pengguna, dan kepadatan, menggunakan simulasi aliran manusia serta analisis ergonomik untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi. Selanjutnya, perlu dilakukan evaluasi praktis penerapan sistem daur ulang air limbah (grey water) seperti SmartWUDHU pada Masjid Islamic Center Lhokseumawe, guna menilai potensi penghematan air, kualitas air yang dihasilkan, dan dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan. Selain itu, penelitian dapat meneliti pengaruh faktor non‑fisik seperti pencahayaan, ventilasi, privasi, dan kebersihan terhadap tingkat kepuasan serta kesehatan pengguna ruang wudu, dengan menggunakan survei lapangan dan pengukuran lingkungan. Ketiga arah studi ini akan melengkapi temuan awal, memberikan data empiris yang kuat, dan menghasilkan pedoman desain yang lebih holistik untuk tempat wudu yang ergonomis, berkelanjutan, dan ramah pengguna. Pendekatan kualitatif‑kuantitatif yang menggabungkan observasi lapangan, wawancara dengan pengguna, serta analisis spasial GIS dapat memberikan gambaran komprehensif tentang faktor‑faktor yang mempengaruhi performa ruang wudu. Hasil dari ketiga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar kebijakan bagi pengelola masjid serta perancang arsitektur dalam mengintegrasikan prinsip ergonomi, keberlanjutan, dan kenyamanan sosial pada fasilitas wudu di masa depan.

  1. EVALUASI TERHADAP ASPEK KEBERSIHAN DAN KESUCIAN DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MASJID | Bahar | Journal... doi.org/10.18860/jia.v2i1.2105EVALUASI TERHADAP ASPEK KEBERSIHAN DAN KESUCIAN DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MASJID Bahar Journal doi 10 18860 jia v2i1 2105
  2. DESIGN FRAMEWORK FOR ABLUTION SPACES OF ICONIC MOSQUES IN MALAYSIA | Utaberta | Journal of Islamic Architecture.... doi.org/10.18860/jia.v6i4.11702DESIGN FRAMEWORK FOR ABLUTION SPACES OF ICONIC MOSQUES IN MALAYSIA Utaberta Journal of Islamic Architecture doi 10 18860 jia v6i4 11702
  3. jurnal Koridor. kemanfaatan ruang masjid agung islamic center lhokseumawe jurnal koridor authors bambang... doi.org/10.32734/koridor.v9i2.1362jurnal Koridor kemanfaatan ruang masjid agung islamic center lhokseumawe jurnal koridor authors bambang doi 10 32734 koridor v9i2 1362
  4. EVALUASI PENGUKURAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA MASJID DI KOTA LHOKSEUMAWE | Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem... doi.org/10.29103/sisfo.v2i2.1013EVALUASI PENGUKURAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA MASJID DI KOTA LHOKSEUMAWE Sisfo Jurnal Ilmiah Sistem doi 10 29103 sisfo v2i2 1013
  5. KONSEP ARSITEKTUR ISLAMI SEBAGAI SOLUSI DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR | Edrees | Journal of Islamic Architecture.... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/JIA/article/view/1712KONSEP ARSITEKTUR ISLAMI SEBAGAI SOLUSI DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR Edrees Journal of Islamic Architecture ejournal uin malang ac index php JIA article view 1712
Read online
File size6.84 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test