PCUPCU

Civil Engineering DimensionCivil Engineering Dimension

Konduktivitas hidrolik tanah merupakan parameter penting untuk mengevaluasi ketidakstabilan lereng yang dipicu oleh infiltrasi hujan. Penelitian ini menggunakan Double‑Ring Infiltrometer (DRI) di lima lokasi untuk memperkirakan konduktivitas hidrolik melalui uji infiltrasi lapangan. Empat model infiltrasi (Green‑Ampt, Kostiakov, Horton, dan Philips) diuji dengan melakukan fitting kurva laju infiltrasi‑waktu menggunakan algoritma Levenberg‑Marquardt. Hasil menunjukkan bahwa model Horton dan Philips memberikan kinerja statistik yang lebih baik dalam memperkirakan laju infiltrasi, meskipun estimasi konduktivitas hidrolik menjadi bias pada lokasi dengan fraksi lempung tinggi dan silt berplastisitas tinggi, khususnya pada model Green‑Ampt dan Philips.

Analisis menunjukkan bahwa tekstur tanah (silt‑loam pada KP‑2 dan KP‑3, serta silt pada KP‑1, KP‑4, KP‑5) memengaruhi laju infiltrasi, di mana tanah silt‑loam memiliki laju sangat cepat, sedangkan tekstur silt menunjukkan variasi dari sangat cepat hingga lambat tergantung pada kondisi awal kelembaban.Model Horton dan Philips memberikan performa terbaik dengan nilai R² tertinggi dan NRMSE terendah, sementara model Green‑Ampt dan Kostiakov menunjukkan hasil yang kurang akurat.Estimasi konduktivitas hidrolik menunjukkan nilai yang konsisten pada lokasi KP‑2 dan KP‑3, namun terdapat bias signifikan pada KP‑4 dan KP‑5 terutama pada model Green‑Ampt dan Philips, mengindikasikan keterbatasan pengukuran dan prediksi pada kondisi tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi kelembaban tanah awal dan tekstur tanah yang lebih beragam terhadap akurasi model infiltrasi, dengan menguji lokasi di daerah yang memiliki curah hujan dan topografi berbeda untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan memodifikasi parameter model. Selanjutnya, studi dapat mengintegrasikan pengaruh aliran preferensial serta jaringan akar tanaman pada proses infiltrasi menggunakan sensor kelembaban tanah beresolusi tinggi dan teknik pencitraan lapangan, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme aliran yang tidak terdeteksi oleh metode DRI konvensional. Terakhir, pengembangan teknik pengukuran lapangan yang lebih tepat, seperti penggunaan infiltrometer dengan desain cincin yang dapat menyesuaikan kedalaman pemasangan dan mengurangi gangguan pada struktur tanah, dapat memperkecil bias pada estimasi konduktivitas hidrolik khususnya pada tanah berfraksi lempung tinggi, sehingga meningkatkan keandalan data untuk analisis stabilitas lereng.

  1. Impacts of Cover Crops on Soil Physical Properties: Field Capacity, Permanent Wilting Point, Soil-Water... doi.org/10.13031/trans.12700Impacts of Cover Crops on Soil Physical Properties Field Capacity Permanent Wilting Point Soil Water doi 10 13031 trans 12700
Read online
File size1.04 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test