UPHUPH

JOHME: Journal of Holistic Mathematics EducationJOHME: Journal of Holistic Mathematics Education

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa tunarungu dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi bilangan bulat, khususnya operasi penjumlahan dan pengurangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua siswa tunarungu tingkat SMP di salah satu sekolah luar biasa di Kota Batu. Data diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dikaitkan dengan empat tahapan pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunarungu mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah dan merencanakan penyelesaian, terutama dalam menafsirkan kalimat soal yang berkaitan dengan operasi bilangan bulat, sedangkan pada tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali siswa mampu melakukan perhitungan dengan baik. Oleh karena itu, pembelajaran matematika bagi siswa tunarungu perlu menggunakan bantuan visual, penjelasan bahasa yang sederhana, dan latihan soal cerita kontekstual untuk meningkatkan pemahaman pada tahap awal pemecahan masalah.

Siswa tunarungu mengalami kesulitan memahami soal cerita pada tahap awal pemecahan masalah (memahami masalah dan merencanakan penyelesaian) karena keterbatasan bahasa.Pada tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, mereka dapat melakukan perhitungan dengan baik dan mengaitkan simbol matematika dengan konteks nyata.Oleh karena itu, potensi logis dan visual siswa dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas penggunaan bahasa isyarat digital berbasis animasi dalam meningkatkan kemampuan memahami soal cerita pada tahap awal pemecahan masalah bagi siswa tunarungu (Bagaimana penggunaan bahasa isyarat digital mempengaruhi pemahaman masalah?). Selanjutnya, perlu dilakukan studi eksperimental yang membandingkan pengaruh model pembelajaran multimodal dengan materi visual‑teks versus model tradisional terhadap kemampuan merencanakan penyelesaian pada soal bilangan bulat (Apakah model multimodal meningkatkan strategi perencanaan?). Selain itu, penelitian longitudinal dapat meneliti dampak intervensi pelatihan guru dalam penggunaan strategi komunikasi komunikatif terhadap perkembangan kemampuan komputasi dan refleksi siswa tunarungu selama satu tahun akademik (Bagaimana pelatihan guru mempengaruhi perkembangan kemampuan komputasi dan refleksi siswa?). Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran penggunaan alat peraga konkret berbasis teknologi augmented reality dalam memfasilitasi representasi konsep bilangan bulat (Apakah augmented reality memperbaiki pemahaman konsep bilangan bulat?). Akhirnya, sebuah studi kasus pada sekolah inklusif dapat mengidentifikasi faktor-faktor institusional yang mendukung atau menghambat implementasi strategi visual‑kontekstual bagi siswa tunarungu (Faktor institusional apa yang mempengaruhi keberhasilan strategi pembelajaran?). Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan teknologi, penelitian lanjutan dapat memberikan gambaran komprehensif untuk meningkatkan pembelajaran matematika inklusif.

  1. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEAMANAN DATA KONSUMEN FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA: Indonesia | Refleksi... ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/2413PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEAMANAN DATA KONSUMEN FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA Indonesia Refleksi ejournal uksw edu refleksihukum article view 2413
  2. Analisis Kemampuan Siswa Tunarungu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Prosedur Polya... doi.org/10.37985/jer.v4i3.367Analisis Kemampuan Siswa Tunarungu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Prosedur Polya doi 10 37985 jer v4i3 367
Read online
File size577.7 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test