PNUPPNUP

Dynamic Header with Logo from URLDynamic Header with Logo from URL

Struktur teknik sipil seperti jalan dan jembatan dibangun di atas permukaan tanah sehingga diperlukan fondasi tanah yang tepat untuk meningkatkan stabilitas struktur di atasnya; jika daya dukung dan kuat tekan tanah buruk, hal ini dapat merusak struktur jalan. Salah satu alternatif material yang digunakan adalah biopolimer, yaitu zat tambahan yang terbukti aman untuk perkuatan tanah. Pada penelitian ini, sampel tanah diambil dari ruas Jalan Karanggede–Juwangi, Kabupaten Boyolali, kemudian diuji sifat fisik dan mekaniknya serta dianalisis retakannya melalui pengeringan siklik. Hasil pengujian menunjukkan biopolimer dapat meningkatkan CBR hingga 25,33%, kuat tekan tanah hingga 912,59% (17,18 Kpa ke 156,80 Kpa), menurunkan nilai indeks plastisitas (PI) sebesar 66,25%, serta mengurangi lebar retak hingga 337,50% dan luas retak hingga 306,96%.

Berdasarkan hasil pengujian tanah asli di Jalan Karanggede–Juwangi, tanah lempung CH dengan liquid limit 62,93 % dan Plasticity Index 40,80 % menunjukkan plastisitas dan potensi pengembangan yang sangat tinggi.Penambahan biopolimer, terutama Xanthan Gum (XG) pada konsentrasi optimal 3 %, berhasil menurunkan indeks plastisitas hingga 66,25 %, meningkatkan CBR sebesar 25,33 % menjadi kategori baik, serta meningkatkan kuat tekan hingga 156,80 kPa (peningkatan 912,59 %).Selain itu, biopolimer XG secara signifikan mengurangi lebar dan luas retakan pada kondisi suhu ruang maupun percepatan, masing‑masing sebesar 337,50 % dan 306,96 %, sehingga terbukti efektif dalam meminimalkan kerusakan permukaan tanah akibat deformasi volumetrik.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efek kombinasi biopolimer Xanthan Gum dengan bahan stabilisasi lain seperti kapur pada tanah lempung, dengan variasi konsentrasi untuk melihat peningkatan daya dukung yang lebih signifikan; selanjutnya, perlu dikembangkan model prediksi numerik yang mengintegrasikan data foto termal dan properti mekanik tanah untuk memproyeksikan evolusi cracked soil selama siklus basah‑kering pada skala lapangan, sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi perencana jalan; terakhir, evaluasi kinerja biopolimer Xanthan Gum pada kondisi iklim ekstrim—misalnya suhu tinggi dan kelembaban rendah—serta pada tipe tanah lain seperti pasir atau lempung berpasir diperlukan untuk menilai keuniversalan aplikasinya dan memperluas potensi penggunaannya dalam berbagai situasi geoteknik.

Read online
File size387.55 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test