LEMHANNASLEMHANNAS
Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RITujuan penelitian ini adalah untuk membahas bagaimana relokasi ibu kota mempengaruhi masyarakat melalui perbandingan Putrajaya di Malaysia dan IKN di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pada penggusuran, perubahan mata pencaharian, kohesi sosial, hak-hak masyarakat adat, dan ketahanan nasional.
Penelitian ini menunjukkan bahwa relokasi ibu kota adalah proyek infrastruktur dengan transformasi sosial, politik, dan budaya yang mendalam yang harus dievaluasi melalui kerangka keadilan, partisipasi, dan ketahanan nasional.Perbandingan antara Putrajaya dan IKN menunjukkan bahwa kedua proyek tersebut bertujuan untuk memodernisasi pemerintahan dan merangsang pengembangan regional.IKN menghadapi tantangan sosial-budaya dan ekologis yang jauh lebih kompleks karena lokasinya di wilayah masyarakat adat dan aspirasi untuk mewujudkan inklusivitas, keberlanjutan, dan identitas lokal.Teori Kota Biasa menyatakan bahwa relokasi ibu kota yang sukses harus dibentuk oleh sejarah lokal, suara yang beragam, dan praktik perkotaan yang berakar daripada meniru model eksternal.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas yang melampaui Putrajaya ke kasus-kasus seperti Brasília, Canberra, Naypyidaw, dan Abuja untuk memperkaya pemahaman tentang pola global dan membantu mengidentifikasi model pemerintahan, sistem kompensasi, dan mekanisme partisipasi yang paling efektif dalam mencegah eksklusi sosial. Selain itu, penelitian yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dapat menghasilkan analisis skenario yang lebih komprehensif. Penting juga untuk menyelidiki perspektif investor swasta, firma konstruksi, dan pembuat kebijakan tingkat nasional yang signifikan dalam membentuk hasil IKN. Akhirnya, penelitian yang lebih mendalam tentang adaptasi budaya, pergeseran identitas, dan transisi mata pencaharian diperlukan untuk memahami bagaimana perubahan ini terjadi seiring waktu.
- Capital City Relocation: A Comparison of the Social Impacts of Putrajaya Malaysia and Nusantara Indonesia... doi.org/10.55960/jlri.v13i4.1160Capital City Relocation A Comparison of the Social Impacts of Putrajaya Malaysia and Nusantara Indonesia doi 10 55960 jlri v13i4 1160
- Determinants in Relocation of Capital Cities | Ishenda | Journal of Public Administration and Governance.... macrothink.org/journal/index.php/jpag/article/view/15983Determinants in Relocation of Capital Cities Ishenda Journal of Public Administration and Governance macrothink journal index php jpag article view 15983
- Development of the Nusantara Capital City: Anticipating the Issues of the Indigenous Peoples’ Land... jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jskp/en/article/view/1438Development of the Nusantara Capital City Anticipating the Issues of the Indigenous PeoplesAo Land jurnal kemendagri go index php jskp en article view 1438
| File size | 1.19 MB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
DEWANSENGKETADEWANSENGKETA Integrasi hukum adat dan hukum negara akan menghasilkan sistem penyelesaian sengketa yang lebih adil, efisien, dan berkelanjutan, yang mengutamakan kepastianIntegrasi hukum adat dan hukum negara akan menghasilkan sistem penyelesaian sengketa yang lebih adil, efisien, dan berkelanjutan, yang mengutamakan kepastian
UMKUMK Hanya saja lebih disarankan untuk menguburnya sesuai dengan ajaran agama Islam yang menekankan penghormatan terhadap tubuh manusia. Penelitian menemukanHanya saja lebih disarankan untuk menguburnya sesuai dengan ajaran agama Islam yang menekankan penghormatan terhadap tubuh manusia. Penelitian menemukan
IAINPTKIAINPTK Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Adat Melayu harus mengatasi administrasi perkawinan ganda, yaitu hukum adat dan hukum negara, guna mendapatkanHasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Adat Melayu harus mengatasi administrasi perkawinan ganda, yaitu hukum adat dan hukum negara, guna mendapatkan
SIDUCATSIDUCAT Pendekatan berbasis komunitas, kebijakan inklusif, dan pemanfaatan teknologi dapat mengatasi tantangan ini. Kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat,Pendekatan berbasis komunitas, kebijakan inklusif, dan pemanfaatan teknologi dapat mengatasi tantangan ini. Kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat,
UNIMUSUNIMUS Pencegahan angka kesakitan pada kesehatan reproduksi merupakan salah satu target SDGs pada tahun 2030, salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitasPencegahan angka kesakitan pada kesehatan reproduksi merupakan salah satu target SDGs pada tahun 2030, salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitas
169169 Pelestarian kesenian Terebang Sejak menjadi langkah yang tepat dalam menjaga kearifan lokal serta mempertahankan identitas budaya khas masyarakat KampungPelestarian kesenian Terebang Sejak menjadi langkah yang tepat dalam menjaga kearifan lokal serta mempertahankan identitas budaya khas masyarakat Kampung
UMTUMT Adapun tujuh variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu, kepercayaan, keamanan, transparansi, pengaruh sosial, citra merek, dan religiositas. PenelitianAdapun tujuh variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu, kepercayaan, keamanan, transparansi, pengaruh sosial, citra merek, dan religiositas. Penelitian
UNIPAUNIPA Faktor utama yang mempengaruhi emisi CO adalah umur kendaraan dan frekuensi perawatan, sementara emisi HC dipengaruhi oleh kapasitas silinder dan perawatan.Faktor utama yang mempengaruhi emisi CO adalah umur kendaraan dan frekuensi perawatan, sementara emisi HC dipengaruhi oleh kapasitas silinder dan perawatan.
Useful /
169169 Penelitian ini mengidentifikasi bahwa Mateus Asato menggunakan beragam teknik gitar elektrik modern, termasuk hybrid picking, slide, bending, vibrato,Penelitian ini mengidentifikasi bahwa Mateus Asato menggunakan beragam teknik gitar elektrik modern, termasuk hybrid picking, slide, bending, vibrato,
169169 Dalam kesenian didong, regum memiliki peran penting sebagai penanda berakhirnya permainan dalam pertunjukan. Tene Simah Kuet dapat diartikan sebagai tanda/penandaDalam kesenian didong, regum memiliki peran penting sebagai penanda berakhirnya permainan dalam pertunjukan. Tene Simah Kuet dapat diartikan sebagai tanda/penanda
169169 Beberapa hal terbukti disimpulkan terkait hal yang relevan hubungan antara preferensi musik dan perilaku yang bermasalah. Pertama mencontohkan perilakuBeberapa hal terbukti disimpulkan terkait hal yang relevan hubungan antara preferensi musik dan perilaku yang bermasalah. Pertama mencontohkan perilaku
169169 Karya ini diciptakan untuk format solo kacapi pertama dalam dunia karawitan Sunda. Komposisi ini disusun dengan mempertimbangkan struktur dan tekniknya,Karya ini diciptakan untuk format solo kacapi pertama dalam dunia karawitan Sunda. Komposisi ini disusun dengan mempertimbangkan struktur dan tekniknya,