PNUPPNUP

Dynamic Header with Logo from URLDynamic Header with Logo from URL

Penilaian kondisi jalan diperlukan untuk memastikan bahwa jalan dalam keadaan baik dan optimal. Survei visual terhadap kerusakan jalan digunakan sebagai dasar dalam menilai kondisi jalan, dan salah satu metodenya adalah Pavement Condition Index (PCI). Ruas jalan Leworeng-Kessing merupakan jalan yang berlokasi di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan. Ruas jalan ini mengalami penurunan kualitas yang disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah volume kendaraan yang mulai meningkat. Penelitian ini berfokus pada identifikasi jenis kerusakan pada jalan serta menentukan tingkat keparahan kerusakan yang terjadi dengan mengaplikasikan metode PCI pada ruas jalan Leworeng-Kessing. Hasilnya diperoleh 5 jenis kerusakan yaitu, retak memanjang dan melintang, retak pinggir, retak kulit buaya, tambalan, dan lubang. Tingkat kerusakan terendah berada pada 1 segmen dengan nilai PCI sebesar 26% yang dikategorikan sebagai kondisi sangat buruk, sedangkan tingkat kerusakan tertinggi berada pada 35 segmen dengan nilai PCI sebesar 0%, 2%, 3%, dan 4% yang dikategorikan sebagai kondisi gagal dengan rata-rata nilai PCI sebesar 1%, maka segmen ini perlu perbaikan berupa rekonstruksi dengan menggunakan perkerasan rigid.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis perhitungan data di atas dapat disimpulkan.Jalan Leworeng-Kessing memiliki 5 tipe kerusakan jalan, yaitu Lubang (Potholes) pada 37 segmen, Tambalan dan Tambalan Galian Utilitas (Patching and Utiltiy Cut Patching) pada 22 segmen, retak kulit buaya (Alligator Crack) pada 10 segmen, retak memanjang dan melintang (Longitudinal and Transverse Cracking) pada 4 segmen, dan retak pinggir (Edge Cracking) pada 1 segmen, dengan luas kerusakan terbesar terdapat pada jenis kerusakan Lubang (Potholes) sebesar 179,85 m2, sedangkan luas kerusakan terkecil terdapat pada jenis kerusakan retak pinggir (Edge Cracking) dengan luas sebesar 0,95 m2.Pada ruas jalan Leworeng-Kessing, diperoleh nilai kondisi kerusakan paling rendah terdapat pada 1 segmen dengan kategori Buruk (Poor) sebesar 26%, sedangkan kerusakan sedang terdapat pada 1 segmen dengan kategori Sangat Buruk (Very Poor) sebesar 19%, dan kerusakan paling tinggi berada pada 35 segmen dengan kategori Gagal (Failed) sebesar 0%, 2%, 3% dan 4%, sehingga berdasarkan hasil perhitungan, kategori penanganan jalan yang tepat pada ruas jalan Leworeng-Kessing yaitu Rekonstruksi/Daur Ulang menggunakan perkerasan rigid.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara metode PCI dengan metode penilaian kondisi jalan lainnya, seperti metode visual rating atau metode indeks kondisi perkerasan (IKP). Studi ini dapat dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan keakuratan dan keefektifan masing-masing metode dalam menilai kondisi jalan. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan model prediksi kerusakan jalan yang lebih akurat dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti volume lalu lintas, kondisi cuaca, dan karakteristik jalan. Model prediksi ini dapat membantu dalam merencanakan dan mengoptimalkan strategi pemeliharaan jalan yang lebih efektif dan efisien. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari kerusakan jalan, serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatif tersebut.

  1. Analisis Pembangunan Infrastruktur Jalan terhadap Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Bukit Gado-Gado Kota Padang... infeb.org/index.php/infeb/article/view/96Analisis Pembangunan Infrastruktur Jalan terhadap Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Bukit Gado Gado Kota Padang infeb index php infeb article view 96
Read online
File size596.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test