UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Wisata Pantai Indah Popoh yang berada di Desa Besole Kecamatan Besuki merupakan wisata unggulan Kabupaten Tulungagung. Akan tetapi, Wisata Pantai Indah Popoh ini kalah bersaing dengan wisata- wisata baru yang memiliki desain yang menarik sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung semakin menurun. Beberapa fasilitas pada destinasi wisata juga rusak, tidak layak, dan masih belum memadai. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemilihan material dalam pengembangan fasilitas penunjang wisata yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya metode pemilihan material sehingga diperoleh material yang berkualitas dan ideal. Selain itu, pendekatan Neo-Vernakular dugunakan untuk terciptanya keselarasan antara material, desain, dan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan penjabaran eliminir pada prosesnya. Hasilnya penelitian ini menunjukan bahwa pemilihan material yang ideal dapat diperoleh dari karakteristik material gaya arsitektur, analisis SWOT, manufacturing and logistics, end of life recycling.

Analisis empat tahap—karakteristik material, SWOT, manufaktur dan logistik, serta End‑of‑Life recycling—menunjukkan pentingnya pemilihan material yang ideal dan berkelanjutan dalam desain Neo‑Vernakular.Material yang dipilih, seperti genteng, kayu, batu bata, kaca, marmer, dan baja, memenuhi kriteria iklim, daya tahan, dan estetika sehingga meningkatkan kualitas bangunan wisata pantai.Penerapan metode ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi industri konstruksi lokal dan mengurangi polusi udara.

Penelitian lanjutan dapat menguji kinerja jangka panjang material yang dipilih di lingkungan pesisir, misalnya dengan memantau tingkat korosi, degradasi struktural, dan ketahanan terhadap faktor iklim, sehingga menjawab pertanyaan: bagaimana performa material Neo‑Vernakular selama dekade pertama penggunaan di wilayah pantai? Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi dampak sosial‑ekonomi produksi material lokal terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar dan perkembangan pariwisata, dengan mengkaji apakah pemberdayaan industri bahan konstruksi lokal meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata. Selain itu, dapat dikembangkan sistem pendukung keputusan yang mengintegrasikan penilaian siklus hidup (Life‑Cycle Assessment) dengan metode empat tahap pemilihan material, untuk mengetahui apakah penggunaan alat bantu keputusan berbasis LCA mempercepat identifikasi material yang optimal dan ramah lingkungan pada proyek arsitektur Neo‑Vernakular. Penelitian ini juga dapat memperluas analisis logistik dengan meneliti efisiensi rantai pasokan dan potensi pengurangan emisi karbon selama proses produksi dan distribusi material. Akhirnya, pendekatan multidisiplin yang menggabungkan aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi dapat menghasilkan pedoman praktis yang dapat diadopsi oleh perencana kota dan pengembang wisata di daerah pesisir.

Read online
File size1.3 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test