AKADEMITNIALAKADEMITNIAL

Jurnal Naval Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat AALJurnal Naval Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL

Kebakaran hutan Gunung Arjuno pada tahun 2023 menghanguskan lebih dari 3.315 hektar lahan, mengancam keanekaragaman hayati dan merusak keseimbangan ekosistem lokal, termasuk hilangnya pohon-pohon besar dan menurunnya kualitas tanah. Menanggapi kondisi tersebut, Ekspedisi 80 Gunung Arjuno 3339 Mdpl diinisiasi sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan memulihkan ekosistem melalui penanaman pohon di jalur pendakian Sumber Brantas–Cangar. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Kehutanan, Akademi Angkatan Laut, TNI, masyarakat, mahasiswa, dan relawan. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan, pengadaan bibit pohon lokal seperti cemara gunung dan eucalyptus, penanaman terstruktur sepanjang jalur pendakian dari pos 2 ke pos 3, serta pemantauan pascapenanaman oleh pihak Tahura Raden Suryo. Sebanyak ±300 peserta menanam sekitar 600 pohon dalam ekspedisi ini. Selain menanam, peserta juga melakukan kegiatan aksi bersih gunung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penanaman pohon mampu mengurangi risiko erosi dan memperbaiki struktur tanah pasca kebakaran, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan pentingnya sinergi lintas sektor untuk pemulihan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan.

Ekspedisi 80 merupakan kegiatan pendakian gunung Arjuno dan upacara peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia dengan penanaman pohon di jalur pendakian dan pengibaran bendera merah putih di puncak Arjuno 3339 Mdpl.Kegiatan ini untuk membangun semangat kejuangan generasi muda sekaligus menghargai jasa para pahlawan dan kecintaan kepada NKRI serta sebagai simbul semangat Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.Penanaman pohon di jalur pendakian Gunung Arjuno melalui Sumber Brantas Cangar telah berhasil dilakukan dengan partisipasi berbagai organisasi.Penanaman pohon ini akan membantu memperbaiki ekosistem yang rusak oleh kebakaran pada tahun 2023.Diharapkan bahwa pohon-pohon akan membantu menghentikan erosi tanah, memperbaiki kualitas tanah, dan menghidupkan kembali keberagaman hayati yang telah hilang.Keberlanjutan program bergantung pada keterlibatan masyarakat lokal.

Untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan dalam pemulihan ekosistem Gunung Arjuno, diperlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam dan pemulihan ekosistem. Program penyuluhan dapat membantu masyarakat menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitar mereka. Kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah (NGO), dapat mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan efektivitas program. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian masing-masing pihak, serta melibatkan masyarakat lokal yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kondisi lingkungan setempat, pemulihan ekosistem pasca-kebakaran dapat dicapai secara efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size1.04 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test