LLILLI

Jurnal Manajemen dan Ilmu AdministrasiJurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mitra terhadap akad rahn dan konsep ujrah harian serta menganalisis peran KSPPS BMT NU Cabang Genteng Banyuwangi dalam memberdayakan ekonomi umat melalui implementasi akad rahn. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mitra belum sepenuhnya memahami mekanisme ujrah harian dalam akad rahn, yang berdampak pada munculnya keluhan saat pelunasan. Ketidaktahuan ini disebabkan rendahnya literasi keuangan syariah dan kurang optimalnya sosialisasi dari pihak lembaga. Di sisi lain, BMT NU Cabang Genteng memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pembiayaan berbasis syariah yang adil dan cepat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang tidak memiliki jaminan konvensional. Akad rahn tidak hanya menjadi solusi keuangan darurat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat sesuai prinsip keadilan, tolong-menolong, dan keseimbangan dalam ekonomi Islam.

Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa akad rahn yang diimplementasikan oleh KSPPS BMT NU Cabang Genteng berperan signifikan dalam memberdayakan ekonomi umat, khususnya di kalangan masyarakat menengah ke bawah.Melalui skema pembiayaan berbasis jaminan barang bernilai seperti emas, akad rahn menjadi solusi alternatif yang cepat, aman, dan sesuai prinsip syariah bagi masyarakat yang membutuhkan dana mendesak tanpa harus terjerat sistem riba.Peran BMT tidak hanya terbatas sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan yang turut mengedukasi mitra mengenai akad-akad syariah, termasuk pemahaman tentang biaya ujrah harian dalam akad rahn.Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, transparansi, dan tolong-menolong (taawun), sebagaimana dikemukakan oleh tokoh ekonomi Islam seperti Antonio dan Wahbah az-Zuhaili.Namun demikian, masih ditemukan tantangan berupa rendahnya pemahaman sebagian mitra terhadap mekanisme akad rahn dan ketentuan biaya yang berlaku.Oleh karena itu, upaya edukasi dan literasi keuangan syariah secara berkelanjutan sangat dibutuhkan agar implementasi akad rahn tidak hanya menjadi solusi praktis, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah seperti BMT NU Genteng.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara implementasi akad rahn di berbagai lembaga keuangan syariah di Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti prosedur penetapan nilai barang jaminan, mekanisme penyaluran dana, dan perlakuan terhadap barang jaminan saat terjadi wanprestasi. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan model edukasi keuangan syariah yang efektif, terutama bagi masyarakat pedesaan atau kelompok ekonomi menengah ke bawah, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang akad rahn dan konsep ujrah harian. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran lembaga keuangan syariah dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang inklusif dan berkelanjutan, serta dampak sosial-ekonomi dari implementasi akad rahn dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Read online
File size179.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test