YASIN ALSYSYASIN ALSYS

International Journal of Humanities, Education, and Social SciencesInternational Journal of Humanities, Education, and Social Sciences

Diskriminasi berbasis gender yang terus berlangsung menekankan kebutuhan untuk mengevaluasi praktik pendidikan yang mendorong inklusi. Studi ini bertujuan untuk menilai sikap mahasiswa B.Ed. dan M.Ed. terhadap seragam gender-netral, tingkat persetujuan mereka terhadap tren ini, dan pengaruh masyarakat yang dirasakan. Desain survei digunakan untuk memperoleh pandangan responden tentang pakaian mengajar gender-netral dan dampaknya. Temuan kunci menunjukkan bahwa mahasiswa B.Ed. dan M.Ed. umumnya memiliki sikap positif terhadap seragam gender-netral; kebanyakan calon pendidik melihat pakaian tersebut dengan baik dan percaya bahwa dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang menyambut. Studi ini menyimpulkan bahwa dukungan untuk seragam gender-netral menonjol di antara guru masa depan. Kontribusi dan implikasinya adalah sikap-sikap ini dapat memfasilitasi adopsi kebijakan pakaian yang selaras dengan iklim pendidikan inklusif dan menginformasikan diskusi tentang penerimaan sosial yang lebih luas terhadap praktik gender-netral.

Melalui studi ini, kita dapat memahami kesadaran mahasiswa B.tentang seragam gender-netral, persepsi, dan sikap mereka terhadapnya.Berdasarkan data yang tersedia, 23,4% sangat setuju bahwa seragam gender-netral dapat mempromosikan kesetaraan gender, dan 37,5% juga setuju dengan hal ini.Namun, mengenai pernyataan bahwa seragam gender-netral dapat mengurangi diskriminasi, hanya 26,6% yang merespons positif, sedangkan 45,3% tidak yakin, dan 28,1% tidak setuju.Dalam menanggapi pertanyaan apakah seragam gender-netral membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif untuk siswa transgender, 48,4% setuju, 26,6% sangat setuju, 23,4% tetap netral, dan hanya 1,6% tidak setuju.Mengenai kesediaan untuk mengenakan atau merekomendasikan seragam gender-netral selama praktik mengajar, 70,3% melaporkan bersedia, sementara 29,7% menyatakan tidak bersedia.Dalam skenario saat ini, masyarakat mengalami perubahan cepat, terutama dengan inovasi teknologi.namun, perubahan sikap manusia yang signifikan belum terjadi.Bahkan hari ini, diskriminasi dan eksklusi masih berlangsung.Jika konsep seragam gender-netral dapat membantu mengurangi ketidaksamaan ini, itu akan menjadi langkah positif.Untuk perubahan yang bermakna terjadi di masyarakat, transformasi harus dimulai dari dalam individu.Melalui konsep ini, anak-anak dapat diarahkan untuk mengurangi ketidaksamaan dan diskriminasi sambil mempromosikan lingkungan pendidikan yang inklusif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk menyelidiki dampak seragam gender-netral pada perilaku siswa dan guru di sekolah. Selain itu, studi komparatif antara sekolah yang telah menerapkan seragam gender-netral dengan sekolah yang belum dapat memberikan wawasan tentang manfaat dan tantangan yang dihadapi. Terakhir, penelitian tentang persepsi orang tua dan masyarakat terhadap seragam gender-netral dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang penerimaan sosial terhadap praktik ini.

  1. Out of the Closet: Implementation of Gender-Neutral Uniform Concerning the History of the LGBTQIA Community... internationaljournalssrg.org/IJHSS/paper-details?Id=388Out of the Closet Implementation of Gender Neutral Uniform Concerning the History of the LGBTQIA Community internationaljournalssrg IJHSS paper details Id 388
  2. The Importance of Gender-Neutral Uniforms: A Study Based on the Perceptions of B.Ed. and M.Ed. Students... doi.org/10.58578/IJHESS.v3i3.7250The Importance of Gender Neutral Uniforms A Study Based on the Perceptions of B Ed and M Ed Students doi 10 58578 IJHESS v3i3 7250
Read online
File size404.57 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test