FEBI INAISFEBI INAIS

SahidBusinessJSahidBusinessJ

Salah satu bisnis yang berkembang pesat dan menjadi salah satu bisnis yang menonjol di Indonesia adalah bisnis keluarga. CV Santosa yang menjadi objek dalam penelitian ini merupakan bisnis keluarga yang berdomisili di Jakarta dan kepemilikannya dimiliki oleh keluarga non muslim. Terdapat keunikan dalam perusahaan keluarga dimana mayoritas kepemilikan saham dan kepengurusan perusahaan dikelola dan dimiliki langsung oleh keluarga. Selain itu perusahaan sudah mengedepankan toleransi kepada karyawan muslim. Dengan memperbolehkan karyawan menggunakan jilbab, menjalankan sholat, dan disediakannya mushola. Namun demikian, dalam mengelola perusahaan, diperlukan sistem manajemen pengelolaan yang profesional, hal ini dapat diterapkannya prinsip Good Corporate Governance yang menjadi suatu pedoman tata kelola perusahaan yang baik, meliputi prinsip Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness. Islam memiliki konsep yang lebih lengkap, dengan konsep akhlakul karimah dan bertaqwa terhadap Allah Subhanahu Wa Taala yang menjadi keyakinan mendasar agar terhindar dari praktik yang melanggar hukum dan tidak jujur dalam menerima Amanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen syariah praktik pengelolaan perusahaan dengan struktur kepemilikan oleh keluarga agar perusahaan dapat berkelanjutan. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa dua nilai yang paling utama yang sudah sejalan sebagai dasar dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang beretika islami di CV Santosa yaitu nilai adl (keadilan) dan nilai nubuwwah (kenabian) dimana Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam memiliki sifat yang agung yaitu: sidiq (berperilaku jujur dan benar), amanah (dapat dipercaya & bertanggung jawab), tabligh (menyampaikan dan terbuka/transparan) dan fathonah (cerdas). Bahwa dalam bisnis tingkat keadilan, kejujuran, bertanggung jawab, transparan sangat penting.

Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di CV Santosa, meskipun dimiliki oleh keluarga non-muslim, telah mengintegrasikan nilai-nilai syariat Islam secara cukup baik, menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme dan etika bisnis.Secara khusus, penerapan GCG di perusahaan ini selaras dengan nilai-nilai dasar islami, terutama adl (keadilan) dan nubuwwah (kenabian), yang tercermin dari sifat-sifat mulia seperti siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.Keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi yang diakomodasi oleh manajemen syariah ini menjadi fondasi penting untuk mencapai keberlanjutan perusahaan dan meminimalkan potensi dampak negatif.

Penelitian yang telah dilakukan ini memberikan gambaran awal yang menarik mengenai implementasi manajemen syariah dalam bisnis keluarga non-muslim, namun masih ada ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat berharga jika studi berikutnya memperluas cakupan dengan melakukan penelitian komparatif antara beberapa perusahaan keluarga dari berbagai latar belakang kepemilikan (muslim dan non-muslim) dan sektor industri. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan serta tantangan spesifik dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) berbasis syariah dalam konteks yang lebih beragam, sehingga dapat mengungkap praktik terbaik yang lebih umum dan relevan di Indonesia. Kedua, mengingat temuan adanya beberapa kelemahan dalam formalisasi GCG di CV Santosa, seperti kebijakan lisan dan audit keuangan yang belum terpisah dari harta pribadi, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi dampak kuantitatif dari tingkat formalisasi GCG terhadap kinerja perusahaan, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Studi ini bisa menggunakan metodologi campuran untuk mengukur sejauh mana penerapan SOP tertulis, struktur organisasi yang jelas, dan audit independen berkorelasi positif dengan efisiensi operasional, kepuasan pemangku kepentingan, dan reputasi bisnis secara keseluruhan. Ketiga, fokus pada aspek toleransi dan adopsi nilai adl serta nubuwwah di perusahaan non-muslim membuka arah penelitian baru yang mendalam. Bagaimana persepsi karyawan, baik muslim maupun non-muslim, terhadap penerapan nilai-nilai etika islami di lingkungan kerja non-muslim, dan apakah hal tersebut berkontribusi pada peningkatan budaya kerja, inklusivitas, dan loyalitas karyawan? Penelitian ini dapat menggali pengalaman subjektif dan studi kasus mendalam untuk memahami dinamika internal dan manfaat jangka panjang dari integrasi nilai-nilai tersebut, memberikan perspektif unik tentang etika bisnis lintas keyakinan.

Read online
File size402.92 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test