KPUKPU

Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaElectoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dominasi koalisi besar objek terhadap partisipasi pemilih serta peran koalisi alternatif dalam Pilkada DKI Jakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengungkap bahwa ketidakpuasan publik terhadap kekuatan politik besar berkontribusi pada penurunan partisipasi pemilih, yang tercermin dari fenomena golput dan tingginya suara tidak sah (invalid votes). Meskipun KIM memiliki kekuatan struktural yang signifikan, keberhasilan pasangan Pramono‑Rano menunjukkan bahwa preferensi lokal dapat mengalahkan dominasi nasional, terutama jika calon alternatif lebih mampu mewakili aspirasi masyarakat. Fenomena ini juga mencerminkan pentingnya keberagaman pilihan dalam sistem demokrasi, yang seharusnya memberi ruang untuk lebih banyak calon kompetitif. Penelitian ini menyarankan perlunya reformasi sistem pencalonan untuk menciptakan proses yang lebih inklusif dan demokratis.

Pilkada DKI Jakarta 2024 menunjukkan dominasi koalisi Indonesia Maju, namun pasangan Pramono Anung dan Rano Karno berhasil menantang dominasi tersebut.Keberhasilan tersebut menegaskan ketegangan antara preferensi lokal dan dominasi nasional serta menurunkan partisipasi pemilih akibat kurangnya kompetisi.Reformasi pencalonan diperlukan untuk memperluas ruang kompetisi dan meningkatkan partisipasi publik.

Salah satu saran penelitian lanjutan adalah meneliti faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi kemampuan calon alternatif mengatasi dominasi koalisi besar di Pilkada, misalnya melalui analisis jaringan politik lokal dan persepsi pemilih terhadap legitimasi calon. Penelitian lain dapat mengeksplorasi dampak reformasi sistem pencalonan, seperti penurunan ambang dukungan dan penerapan metode sampling, terhadap peningkatan partisipasi pemilih dan diversifikasi pilihan di tingkat daerah. Terakhir, studi komparatif antara Pilkada Jakarta 2024 dengan Pilkada provinsi lain dapat mengidentifikasi elemen-elemen kebijakan yang paling efektif dalam memfasilitasi kompetisi sehat dan meningkatkan kualitas demokratik. Pertanyaan penelitian: (1) Bagaimana struktur jaringan politik lokal memediasi efektivitas calon alternatif terhadap dominasi koalisi besar? (2) Bagaimana perubahan ambang dukungan mempengaruhi partisipasi pemilih dan kualitas pilihan? Bedürfn? (3) Perbandingan kebijakan pencalonan antara Jakarta dan provinsi lain, apa faktor kunci yang menghasilkan tingkat partisipasi lebih tinggi?.

  1. Dissemination of Understanding of Moderation in Countering Radicalism in Bantaeng Regency Islamic Boarding... doi.org/10.24252/shautuna.v5i1.45115Dissemination of Understanding of Moderation in Countering Radicalism in Bantaeng Regency Islamic Boarding doi 10 24252 shautuna v5i1 45115
Read online
File size437.16 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test