STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT

MEDICA MAJAPAHITMEDICA MAJAPAHIT

Kepatuhan minum obat masih menjadi masalah pada pasien TB paru meskipun sudah ditetapkan pengawas minum obat (PMO) untuk mensukseskan pengobatan dan mencegah penularan TB di masyarakat. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan akan menyebabkan tingginya angka kegagalan pengobatan pada pasien TB paru dan kejadian resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan kader kesehatan sebagai pengawas minum obat (PMO) melalui media grup WhatsApp terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC paru di wilayah UPTD Puskesmas Pungging. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experiment one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden, diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Uji statistik menggunakan Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor kepatuhan minum obat pada pasien TBC paru sebelum diberikan intervensi di Wilayah UPTD Puskesmas Pungging yaitu 5,47 dengan kategori kepatuhan rendah. Sedangakan Rerata skor kepatuhan minum obat pada pasien TBC paru sesudah diberikan intrvensi di Wilayah UPTD Puskesmas Pungging yaitu 7,47 dengan kategori kepatuhan sedang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai significancy (p) 0,001 yang artinya ada pengaruh dukungan kader kesehatan sebagai pengawas minum obat (PMO) melalui media grup WhatsApp terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC paru di wilayah UPTD Puskesmas Pungging. Hasil uji juga menunjukkan nilai positive ranks 15 yang artinya semua responden (100%) mengalami peningkatan skor kepatuhan.

Penelitian menunjukkan bahwa dukungan kader kesehatan melalui media grup WhatsApp meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TBC paru, dengan skor kepatuhan meningkat dari 5,47 menjadi 7,47 setelah intervensi.Semua responden mengalami peningkatan skor kepatuhan, menunjukkan keberhasilan PMO digital.Oleh karena itu, Guidepoker trainers dapat menerapkan program PMO berbasis WhatsApp untuk pemantauan minum obat pasien TB paru.

Pertanyaan penelitian baru: 1) Bagaimana tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru setelah intervensi PMO berbasis WhatsApp berlanjutan selama 6 bulan? 2) Bagaimana peran keikutsertaan anggota keluarga dalam grup WhatsApp mempengaruhi kepatuhan pasien TB paru? 3) Apakah efektivitas PMO berbasis WhatsApp berbeda dibandingkan PMO tatap muka dalam meningkatkan kepatuhan minum obat? 4) Bagaimana pengaruh kombinasi edukasi kesehatan digital tindak lanjut langsung ke rumah Spitzen delir riski minum obat? 5) Apakah penggunaan grafik visual dalam grup WhatsApp dapat meningkatkan keterlibatan pasien dan keluarga dalam memantau minum obat? 6) Bagaimana persepsi pasien TB paru terhadap privasi dan keamanan data pada grup WhatsApp? 7) Apakah adanya sistem reminder otomatis di WhatsApp dapat lebih efektif dibandingkan reminder manual dari kader? 8) Bagaimana pengaruh tingkat literasi digital pasien terhadap efektivitas PMO berbasis WhatsApp? 9) Bagaimana integrasi sistem rekam medis elektronik dengan grup WhatsApp memudahkan tindak lanjut klinis? 10) Apakah penggunaan chatbot di grup WhatsApp dapat meningkatkan frekuensi interaksi dan kepatuhan pasien TB paru?.

  1. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja UPTD... doi.org/10.62094/jhs.v13i1.125Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja UPTD doi 10 62094 jhs v13i1 125
  2. PENGARUH PENGAWAS MINUM OBAT TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU: A SYSTEMATIC... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/3036PENGARUH PENGAWAS MINUM OBAT TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU A SYSTEMATIC journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 3036
Read online
File size242.08 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test