YMALYMAL

Ameena JournalAmeena Journal

Meskipun edukasi diabetes telah diberikan, masih banyak penyandang DM tipe 2 yang belum mampu menerapkan manajemen diri secara optimal untuk menjaga kestabilan glukosa darah. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan manajemen diri pada pasien diabetes mellitus untuk menjaga kestabilan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan wawancara semi-terstruktur pada 10 penyandang DM tipe 2. Hasil penelitian ini terangkum dalam lima tema yaitu gejala klinis menentukan penerapan manajemen diri diabetes, kurangnya motivasi dalam pelaksanaan manajemen diet dan aktivitas, peran keluarga dalam manajemen diet diabetes, capaian dari manajemen diri diabetes belum sesuai harapan, dan kondisi psikologis yang menghambat manajemen diri diabetes. Penerapan manajemen diri diabetes yang ada pada diri pasien perlu untuk diidentifikasi dan dievaluasi lebih lanjut agar dapat membantu penyandang DM tipe 2 dalam menentukan masalah dan கீழன solusi terbaik untuk mencapai kestabilan kadar glukosa darah.

Studi kualitatif ini mengungkap bahwa penerapan manajemen diri diabetes pada pasien tipe 2 di Aceh masih belum optimal karena keterbatasan motivasi, dukungan keluarga, dan kondisi psikologis.Hasilnya menegaskan perlunya pendekatan edukasi yang lebih terintegrasi, melibatkan keluarga, dan memperhatikan aspek psikologis.Rekomendasi praktis menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan, dukungan emosional keluarga, dan intervensi psychosocial agar stabilitas glukosa darah tercapai.

1. Menyelidiki efektivitas program edukasi berbasis Model Keyakinan Kesehatan yang disesuaikan dengan budaya lokal Aceh untuk meningkatkan motivasi dan kepatuhan diet. 2. Mengembangkan dan menilai aplikasi mobile yang memberikan pengingat, catatan glukosa, dan dukungan komunitas online bagi pasien greatereng menstimulasi disiplin dan kebiasaan sehat. 3. Melakukan studi longitudinal untuk mengkaji dampak intervensi psikososial, seperti konseling kelompok dan teknik relaksasi, terhadap perubahan kadar glukosa dan kualitas hidup. 4. Menggunakan pendekatan mixed-methods untuk menilai peran keluarga secara kuantitatif, termasuk variabel seperti frekuensi interaksi keluarga dan dukungan emosional, serta dampaknya pada hasil klinis. 5. Membandingkan kelompok yang menerima pelatihan keluarga versus individu saja guna menentukan kontribusi spesifik dukungan keluarga terhadap stabilitas glukosa. 6. Mengeks QSkan penerapan platform telemedicine untuk konsultasi rutin dan pemantauan jarak jauh, sehingga mengurangi beban kunjungan fisik dan meningkatkan keterlibatan pasien. szá.

Read online
File size191.13 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test