IAIN PALOPOIAIN PALOPO

Palita: Journal of Social Religion ResearchPalita: Journal of Social Religion Research

Al-Quran memuat banyak narasi yang bersifat simbolik, sehingga diperlukannya pembacaan yang tidak hanya bersifat literal saja, melainkan diperlukannya pembongkaran makna secara interpretatif. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami al-Quran secara terbuka. Pada penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian kualitatif. Metode menggunakan deskriptif-analisis dengan menggunakan sumber dari tafsir klasik, tafsir kontemporer, serta buku-buku relevan lainnya. Data-data tersebut akan di analisis melalui kerangka semiotika triadik Charles Sanders Peirce. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terompah tidak hanya dimaknai sebagai sebuah alas kaki, akan tetapi sebagai sebuah simbol keterikatan manusia dengan dunia profan. Dari hasil analisis semiotik, terompah sebagai representamen mencerminkan suatu kondisi manusiawi Nabi Musa, sebagai objek menunjuk kepada keterikatan duniawi, serta sebagai interpretant melahirkan sebuah makna spiritual berupa keharusan Mussa untuk penyucian diri sebelum memasuki ruang sakral, yaitu Lembah Tuwa. Perintah fa-khla nalayka ( َكْيَﻠْعَﻧ ْﻊَﻠ ْﺧﺎَﻓ) dimaknai sebagai simbol transformasi eksistensi menuju kesiapan seorang hamba menerima wahyu. Maka dari itu, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan tafsir berbasis semiotika serta dapat memberikan implikasi bahwa kesakralan tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol lahiriah, melainkan melalui kesadaran batin, kekhsyukan ketika berhadapan dengan Tuhan yang diibaratkan dengan memakai mukena bagi seorang wanita.

Analisis semiotika simbol sandal Nabi Musa dalam QS.12 menggunakan teori Charles Sanders Peirce menunjukkan bahwa perintah fa-khla nalayka memiliki struktur tanda yang kompleks dan bermakna.Sandal ini berfungsi dalam hubungan triadik sebagai representamen yang menggambarkan kondisi Nabi Musa sebagai manusia biasa yang terikat dunia profan, serta objek yang merepresentasikan keterikatan eksistensial yang harus dilepaskan untuk memasuki ruang sakral.Pada tingkat interpretan, tindakan melepas sandal menghasilkan makna normatif tentang penyucian diri dan kesiapan spiritual di hadapan Tuhan, menandai transisi dari profan ke sakral dan menunjukkan bahwa Al-Quran menyampaikan pesan melalui tindakan simbolis.

Penelitian ini telah berhasil menafsirkan makna simbolis sandal Nabi Musa dalam Al-Quran menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce, menunjukkan transisi penting dari dunia profan ke ruang sakral dan kebutuhan akan penyucian diri. Namun, masih banyak celah yang bisa dieksplorasi untuk penelitian selanjutnya. Pertama, menarik sekali untuk memperluas analisis semiotika ini dengan menggunakan kerangka teori lain, seperti semiotika struktural Roland Barthes secara lebih mendalam, atau bahkan mencoba menggabungkan beberapa pendekatan semiotik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang simbolisme Al-Quran. Ini dapat mengungkap nuansa makna yang mungkin belum tersentuh oleh teori Peirce saja. Kedua, mengingat Al-Quran dipenuhi dengan narasi dan perintah simbolis lainnya, penelitian di masa depan bisa fokus pada penerapan metode semiotika Peirce atau kombinasi teori pada simbol-simbol lain di dalam Al-Quran. Misalnya, studi tentang makna simbolis api, tongkat Nabi Musa, atau benda-benda lain yang disebut dalam kisah para nabi untuk melihat bagaimana objek-objek tersebut merepresentasikan transformasi spiritual atau pesan ilahi. Ketiga, untuk memberikan relevansi kontekstual yang lebih kuat, disarankan untuk melakukan penelitian kualitatif yang mengkaji bagaimana umat Muslim di era modern menginternalisasi dan mempraktikkan konsep pelepasan keterikatan duniawi dan penyucian diri yang disimbolkan oleh perintah melepas sandal. Penelitian ini bisa melibatkan wawancara atau observasi partisipan dalam komunitas spiritual atau praktik keagamaan tertentu untuk memahami implementasi etika religius yang dibentuk oleh pemahaman simbolis tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

  1. http://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/index. etika beribadah te deum jurnal teologi pengembangan... doi.org/10.51828/td.v13i1.315ojs sttsappi ac index php tedeum index etika beribadah te deum jurnal teologi pengembangan doi 10 51828 td v13i1 315
  2. The Story of the Prophet Moses and the Pharaoh in the Qur'an: An Analysis of the Implementation... doi.org/10.15575/hanifiya.v7i2.37949The Story of the Prophet Moses and the Pharaoh in the Quran An Analysis of the Implementation doi 10 15575 hanifiya v7i2 37949
Read online
File size1.32 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test