UGMUGM
Indonesian Journal of Pharmacology and TherapyIndonesian Journal of Pharmacology and TherapyMetotreksat adalah obat lini pertama yang direkomendasikan untuk artritis reumatoid, namun variasi respons klinis dan kejadian toksisitas antar pasien masih menjadi tantangan utama dalam praktik klinik. Farmakogenetik memberikan dasar biologis terhadap variasi tersebut, tetapi hubungan antara polimorfisme genetik dan luaran terapi metotreksat sering dilaporkan tidak konsisten antar populasi. Tinjauan naratif ini bertujuan merangkum bukti terkini mengenai variasi etnis pada asosiasi farmakogenetik metotreksat pada pasien artritis reumatoid. Pencarian literatur terstruktur dilakukan pada PubMed/MEDLINE, Scopus, dan Google Scholar hingga Januari 2026, mencakup studi pada manusia yang mengevaluasi polimorfisme genetik pada jalur farmakologi metotreksat serta melaporkan luaran efektivitas atau toksisitas terapi. Bukti yang tersedia didominasi oleh studi observasional pada populasi leluhur Eropa dan Asia Timur, sementara data dari populasi Asia Tenggara masih terbatas. Polimorfisme pada gen yang berperan dalam transport metotreksat, aktivasi intrasel, metabolisme bergantung folat, dan pengeluaran obat menunjukkan perbedaan frekuensi alel dan asosiasi klinis antar etnis. Varian pada gen metabolisme folat lebih konsisten berhubungan dengan toksisitas dibandingkan efektivitas terapi, sedangkan varian transporter dan jalur hilir menunjukkan asosiasi yang bergantung pada populasi dan heterogen. Variasi metodologis, termasuk perbedaan definisi luaran, dosis metotreksat, suplementasi folat, ukuran sampel, dan pengendalian terapi penyerta, turut memperkuat ketidakkonsistenan temuan. Secara keseluruhan, variasi etnis diduga menjadi determinan penting dalam farmakogenetik metotreksat pada artritis reumatoid, sehingga diperlukan penelitian spesifik populasi dengan luaran aktivitas penyakit yang terstandarisasi, khususnya pada populasi Asia Tenggara terkhususnya Indonesia.
Variabilitas etnis tampaknya memainkan peran penting dalam asosiasi farmakogenetik metotreksat pada pasien dengan artritis reumatoid dan dapat menjelaskan sebagian temuan yang tidak konsisten yang dilaporkan di berbagai populasi.Variasi frekuensi alel, struktur populasi, dan jalur farmakologis terkait metotreksat dapat mempengaruhi respons pengobatan, toksisitas, dan hasil klinis secara keseluruhan.Bukti saat ini menunjukkan bahwa transportasi intraseluler, metabolisme, jalur yang bergantung pada folat, dan mekanisme pengeluaran obat mungkin memiliki efek spesifik populasi, meskipun temuan tetap heterogen di antara studi karena perbedaan dalam desain studi, definisi hasil, dan pendekatan analitis.Studi farmakogenetik yang lebih lanjut menggunakan ukuran sampel yang lebih besar, populasi yang lebih beragam, dan hasil klinis yang terstandarisasi diperlukan untuk meningkatkan konsistensi, reproduksibilitas, dan penerapan klinis farmakogenetika metotreksat, terutama di antara populasi Asia Tenggara yang secara historis kurang terwakili.
Untuk meningkatkan pemahaman tentang variasi farmakogenetik metotreksat di antara populasi Asia Tenggara, terutama Indonesia, penelitian farmakogenetik spesifik populasi yang berfokus pada gen SLC19A1, FPGS, dan ATIC sangat diperlukan. Studi ini akan membantu mengklarifikasi relevansi klinis dari varian-varian ini dalam konteks pengobatan metotreksat, mendukung optimasi terapi yang sesuai dengan konteks, dan memperkuat basis pengetahuan farmakogenetik global dalam pengelolaan artritis reumatoid. Selain itu, penting untuk mengembangkan dan menerapkan ukuran hasil klinis yang terstandarisasi, seperti Disease Activity Score-28 (DAS-28), untuk meningkatkan konsistensi dan interpretasi hasil penelitian. Akhirnya, penelitian yang menyelidiki interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, seperti pola makan, gaya hidup, dan penggunaan obat-obatan lain, dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi respons pengobatan dan toksisitas metotreksat di antara populasi yang beragam.
- Transporter genes & clinical response to MTX in RA | PGPM | Dove Medical Press. transporter genes... doi.org/10.2147/PGPM.S350417Transporter genes clinical response to MTX in RA PGPM Dove Medical Press transporter genes doi 10 2147 PGPM S350417
- DOI Name 10.3390 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc prefix mdpi email admin... doi.org/10.3390DOI Name 10 3390 Values name values index type timestamp data serv crossref desc prefix mdpi email admin doi 10 3390
| File size | 436.18 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UGMUGM While our single-arm meta-analysis showed a statistically significant increase in hemoglobin levels following Spirulina supplementation, the comparativeWhile our single-arm meta-analysis showed a statistically significant increase in hemoglobin levels following Spirulina supplementation, the comparative
UNTADUNTAD Ditunjang dengan ketersediaan berbagai model penyakit baik melalui manipulasi genetik (mutan/transgenik) maupun melalui induksi secara kimiawi, DrosophilaDitunjang dengan ketersediaan berbagai model penyakit baik melalui manipulasi genetik (mutan/transgenik) maupun melalui induksi secara kimiawi, Drosophila
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Anemia selama kehamilan tetap menjadi masalah kesehatan publik, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Status gizi, termasuk indeks massaAnemia selama kehamilan tetap menjadi masalah kesehatan publik, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Status gizi, termasuk indeks massa
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Latar belakang: Riwayat keluarga hipertensi meningkatkan risiko aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, resistensi insulin, dan peradangan vaskular,Latar belakang: Riwayat keluarga hipertensi meningkatkan risiko aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, resistensi insulin, dan peradangan vaskular,
UNSULBARUNSULBAR Jumlah sampel adalah 83 orang peternak kambing PE yang dipilih secara sengaja dan melakukan wawancara dengan alat bantu kusioner. Populasi kambing PE diJumlah sampel adalah 83 orang peternak kambing PE yang dipilih secara sengaja dan melakukan wawancara dengan alat bantu kusioner. Populasi kambing PE di
UnmulUnmul Fungsi kognitif mengacu pada kemampuan mental yang berbeda. Peningkatan penurunan kognitif terkait usia telah menjadi beban kesehatan, sehingga mendesakFungsi kognitif mengacu pada kemampuan mental yang berbeda. Peningkatan penurunan kognitif terkait usia telah menjadi beban kesehatan, sehingga mendesak
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Motivasi memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Etos kerja memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadapMotivasi memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Etos kerja memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap
UNDIPUNDIP Berdasarkan hasil perancangan. Kumparan Tesla variasi pertama mempunyai frekuensi resonan 138 kHz dengan tegangan kelauran 110 kV dan konsumsi daya 36Berdasarkan hasil perancangan. Kumparan Tesla variasi pertama mempunyai frekuensi resonan 138 kHz dengan tegangan kelauran 110 kV dan konsumsi daya 36
Useful /
NEWINERANEWINERA Pasien didiagnosis dengan adenotonsilitis kronis dan dijadwalkan untuk intervensi bedah. Kasus ini menunjukkan bahwa adenotonsilitis kronis dapat menyebabkanPasien didiagnosis dengan adenotonsilitis kronis dan dijadwalkan untuk intervensi bedah. Kasus ini menunjukkan bahwa adenotonsilitis kronis dapat menyebabkan
UNTADUNTAD Penelitian ini menggunakan metode kromatografi gas dengan mengubah ekstrak lemak menjadi metil ester asam lemak. Hasil analisis komposisi asam lemak dagingPenelitian ini menggunakan metode kromatografi gas dengan mengubah ekstrak lemak menjadi metil ester asam lemak. Hasil analisis komposisi asam lemak daging
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Produk biobriket yang dihasilkan memiliki kelembaban rendah, nilai kalor tinggi, dan nyala api konsisten, menjadikannya alternatif yang lebih ramah lingkunganProduk biobriket yang dihasilkan memiliki kelembaban rendah, nilai kalor tinggi, dan nyala api konsisten, menjadikannya alternatif yang lebih ramah lingkungan
ACEHPROVACEHPROV Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian fototerapi terhadap mikrobioma kulit dan keparahan penyakit DA. Penelitian ini merupakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian fototerapi terhadap mikrobioma kulit dan keparahan penyakit DA. Penelitian ini merupakan