UNTANUNTAN

ELKHA : Jurnal Teknik ElektroELKHA : Jurnal Teknik Elektro

Penelitian ini menyajikan sistem pemantauan tangki air berbasis Internet of Things (IoT) dan Wireless Sensor Network (WSN) yang dirancang untuk memberikan pemantauan real-time yang andal dan evaluasi kinerja. Sistem yang diusulkan menggunakan modul NodeMCU ESP8266 dan sensor ultrasonik untuk mengukur tingkat air di berbagai tangki dalam arsitektur WSN terdistribusi. Penelitian sebelumnya tentang pemantauan air berbasis IoT lebih fokus pada implementasi sistem, kerangka konsep, atau solusi yang berorientasi aplikasi, sedangkan validasi eksperimental yang komprehensif tentang akurasi sensor dan kinerja komunikasi jaringan sering terbatas. Secara khusus, pendekatan evaluasi terintegrasi yang menilai akurasi pengukuran sensor dan kinerja kualitas layanan (QoS) jaringan secara bersamaan dalam implementasi WSN multi-node masih relatif kurang dieksplorasi. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini menerapkan kerangka evaluasi terintegrasi yang menggabungkan pengujian akurasi sensor ultrasonik dan analisis penundaan QoS berdasarkan standar Harmonisasi Telekomunikasi dan Protokol Internet atas Jaringan (TIPHON). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi pengukuran rata-rata sebesar 96,59%, 97,21%, dan 97,37% untuk Tangki 1, 2, dan 3, masing-masing. Evaluasi kinerja jaringan di bawah kondisi non-Line-of-Sight (non-LoS) menghasilkan penundaan transmisi rata-rata sebesar 28,75 ms, yang masuk dalam kategori sangat baik menurut kriteria QoS TIPHON. Hasil ini menunjukkan bahwa arsitektur WSN-IoT yang diusulkan menyediakan kinerja sensor yang andal dan komunikasi yang stabil untuk aplikasi pemantauan tangki air domestik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi pengukuran yang tinggi di seluruh tangki yang diuji, dengan akurasi rata-rata sebesar 96,59%, 97,21%, dan 97,37%, dan penyimpangan pengukuran di bawah ±1 cm, yang menunjukkan kinerja sensor yang stabil di bawah kondisi pengisian air dinamis.Evaluasi jaringan yang dilakukan di lingkungan indoor non-LoS menunjukkan penundaan transmisi rata-rata sebesar 28,75 ms, yang masuk dalam kategori sangat baik menurut standar QoS TIPHON.Hasil ini menunjukkan bahwa arsitektur yang diusulkan layak secara teknis dan cocok untuk aplikasi pemantauan indoor berskala kecil multi-node.Meskipun implementasi saat ini divalidasi menggunakan tiga node sensor, arsitektur sistem dirancang untuk mendukung node tambahan, dan implementasi berskala besar akan dieksplorasi lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya untuk mengevaluasi skalabilitas sistem.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implementasi sistem dengan skala yang lebih besar, dengan menambahkan node sensor tambahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem dalam skenario real-time yang lebih kompleks, seperti dalam kondisi cuaca yang bervariasi atau dengan tingkat interferensi yang lebih tinggi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja komunikasi jaringan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti multipath propagation dan interferensi dari perangkat WiFi lainnya. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan skalabilitas dan kinerja sistem secara keseluruhan, serta mengeksplorasi potensi aplikasi baru dalam pemantauan tangki air berbasis IoT dan WSN.

Read online
File size570.95 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test